Netanyahu Murka usai Menteri Israel Unggah Video Kekerasan ke Aktivis Global Sumud Flotilla

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir pada Rabu 20 Mei kemarin merilis sejumlah video yang memperlihatkan sekitar 430 aktivis yang membawa bantuan kemanusiaan Gaza. Dalam salah satu video, para aktivis terlihat dengan tangan terikat di belakang tubuh terlihat berlutut dengan kepala menyentuh lantai di area yang diduga sebagai lokasi penahanan sementara dan di dek kapal.

“Selamat datang di Israel, kami pemilik wilayah ini,” kata Ben-Gvir sambil mengibarkan bendera besar Israel dikutip dari laman the sydeny morning herald, Kamis 21 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang aktivis yang diborgol kemudian berteriak “Free Palestine” saat Ben-Gvir melintas, sebelum langsung didorong jatuh ke tanah oleh petugas keamanan.

“Para aktivis datang ke sini dengan penuh kebanggaan seperti pahlawan besar. Lihat mereka sekarang,” kata dia.

Dalam salah satu video, Ben-Gvir juga terdengar berkata kepada Netanyahu untuk memberinya izin untuk memenjarakan mereka.

“Saya katakan kepada Perdana Menteri Netanyahu, serahkan mereka kepada saya untuk waktu yang sangat lama, masukkan mereka ke penjara teroris,” kata dia.

Video yang diunggah di akun X Ben-Gvir itu langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Bahkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengkritik keras tindakannya.

Netanyahu mengatakan bahwa meski Israel memiliki hak untuk menghentikan armada provokatif pendukung teroris Hamas, cara Ben-Gvir memperlakukan para aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel.

Netanyahu mengatakan dirinya telah menginstruksikan agar para aktivis segera dideportasi secepat mungkin.

Tindakan Ben-Gvir juga memancing kemarahan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Lewat platform X, Saar secara terbuka menegur rekannya sesama menteri itu.

“Anda dengan sadar telah merugikan negara kita lewat tontonan memalukan ini. Tidak, Anda bukan wajah Israel,” kata dia.

Ben-Gvir kemudian membalas Saar di parlemen Israel dengan menuduhnya tunduk kepada teroris. Ia juga mengatakan bahwa jika Israel meminta maaf kepada para aktivis, hal itu akan dianggap sebagai tanda kelemahan, kepatuhan, dan penyerahan diri.

Kritik Keras dari Berbagai Pihak

Kelompok advokasi hukum berbasis di Israel, Legal Centre for Arab Minority Rights in Israel atau Adalah, menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal berupa pelecehan dan penghinaan terhadap para aktivis.

Dalam pernyataannya, Adalah menyebut perlakuan tersebut mirip dengan tindakan buruk yang dilakukan otoritas Israel terhadap aktivis pada misi armada bantuan sebelumnya, yang menurut mereka tidak pernah mendapat pertanggungjawaban.

Pengacara Adalah, Suhad Bishara, mengatakan tim yang terdiri dari 11 pengacara telah menemui para tahanan dan mengetahui setidaknya ada dua aktivis yang dirawat di rumah sakit setelah ditembak peluru karet tanpa alasan dan tanpa pembenaran.

Bishara mengatakan para aktivis akan dibawa ke hadapan hakim pada Kamis untuk menentukan kapan proses deportasi mereka dimulai.

Juru bicara Global Sumud Flotilla, Rania Batrice, mengatakan Ben-Gvir berani mengunggah video-video seperti itu karena dunia selama ini tidak pernah benar-benar meminta pertanggungjawaban Israel.

“Kalau mereka bisa melakukan ini terhadap warga Eropa, Amerika, Afrika Selatan, dan orang-orang dari berbagai negara lain, bayangkan apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina,” kata Batrice.

Penyelenggara armada bantuan mengklaim tentara Israel menembaki lima kapal saat proses pencegatan sehingga menyebabkan sejumlah kerusakan.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel membantah menggunakan peluru tajam. Mereka mengatakan hanya memakai cara nonmematikan sebagai peringatan kepada kapal-kapal tersebut tanpa menargetkan atau melukai para aktivis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasukan Israel mencegat armada bantuan yang berangkat dari Turki pekan lalu itu sekitar 268 kilometer dari garis pantai Gaza, menurut situs resmi flotilla.

Israel menyebut armada bantuan tersebut hanya aksi pencitraan untuk kepentingan Hamas dan tidak benar-benar bertujuan mengirim bantuan ke Gaza. Kapal-kapal itu disebut hanya membawa bantuan dalam jumlah simbolis.