Mbah Tarman Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Polres Pacitan Usai Mahar Cek Rp 3 Miliar Diduga Palsu
Kasus mahar fantastis berupa cek senilai Rp 3 miliar yang diberikan Mbah Tarman kepada istrinya, Sheila Arika, kini memasuki babak baru.
Polres Pacitan, Jawa Timur, resmi menahan Mbah Tarman setelah penyidik menemukan adanya dugaan pemalsuan dokumen dalam bentuk cek yang dijadikan mahar pernikahan tersebut.
Kasatreskrim Polres Pacitan, AKP Khoirul Maskanan, membenarkan penahanan tersebut. Ia menyatakan bahwa status Mbah Tarman telah meningkat dari saksi menjadi tersangka.
“Iya, Mbah Tarman kami tahan,” ujar Khoirul, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, penyidik menetapkan Mbah Tarman sebagai tersangka setelah menemukan dua alat bukti yang memenuhi unsur pemalsuan dokumen.
“Ya, sudah-sudah tersangka. Dia (Mbah Tarman) ditahan karena memalsukan dokumen, dalam hal ini cek,” tegas Khoirul.
Apa Temuan Saksi Ahli Terkait Keaslian Cek?
Penyidik turut memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi ahli yang menilai keaslian cek tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ketidaksesuaian antara cek yang diberikan dengan cek asli yang semestinya diterbitkan.
“Saksi ahli menyatakan, bahwa cek yang diberikan tidak sesuai dengan asli. Kami sudah mengantongi dua alat bukti,” tambah Khoirul.
Ia menjelaskan bahwa Mbah Tarman sebelumnya diperiksa sebagai saksi pada Kamis (4/12/2025). Setelah alat bukti dinilai cukup, statusnya langsung dinaikkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan.
“Diperiksa, setelah cukup bukti, ditentukan Tarman langsung ditahan tadi malam,” pungkasnya.
Kasus ini bermula dari viralnya pernikahan pasangan berbeda usia, Tarman (74) dan Sheila Arika (24), yang digelar di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan pada Rabu (8/10/2025).
Video akad nikah yang memperlihatkan penyampaian mahar berupa cek Rp 3 miliar beredar luas di media sosial.
Banyak warganet mempertanyakan keaslian cek tersebut hingga akhirnya kasus ini ditangani oleh Polres Pacitan.
Mengapa Mbah Tarman Kembali Menjadi Sorotan Publik?
Sebelum penahanan terkait dugaan cek palsu, Mbah Tarman kembali mencuri perhatian publik karena menampung lima perempuan di sebuah rumah di Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur.
Kasus ini terbongkar setelah seorang warga Lamongan bernama Iwan melapor ke Polsek Sukorejo untuk mencari ibunya, Sunti, yang tidak pulang selama sebulan.
Setelah dilakukan penelusuran, polisi menemukan Sunti bersama empat perempuan lain di rumah milik Fatoni.
“Saat petugas datang, ternyata tidak hanya ibu Sunti yang ditampung di rumah tersebut, tetapi ada empat perempuan lain yang senasib,” ungkap Paur Humas Polres Ponorogo, Iptu Yayun Sriwiningrum, Selasa (4/11/2025).
Kelima perempuan tersebut dijanjikan pekerjaan sebagai pencari cengkih yang akan disalurkan ke PT Djarum.
“Mereka dijanjikan oleh Mbah Tarman bahwa cengkih yang mereka kumpulkan akan disalurkan ke PT Djarum. Bahkan, Mbah Tarman mengaku mengenal langsung bos PT Djarum,” tambah Yayun.
Pertemuan para korban dengan Mbah Tarman disebut dimediasi seseorang bernama Eko, yang disebut sebagai kaki tangan Mbah Tarman.
Meski dijanjikan pekerjaan, tidak ada aktivitas yang terbukti selama mereka ditampung di rumah tersebut.
Apakah Ada Unsur Pidana dalam Kasus Penampungan Lima Perempuan Ini?
Meski kasus tersebut menyita perhatian publik, polisi tidak menemukan unsur pidana karena para korban tidak mengalami kerugian materiil. Tidak ada uang yang disetorkan sehingga belum mengarah pada tindak penipuan.
“Lima orang ini belum mengalami kerugian materiil. Tidak ada uang yang disetorkan, jadi saat ini masih sebatas janji dan belum mengarah ke penipuan,” jelas Yayun.
Setelah Sunti dijemput oleh anaknya, empat perempuan lainnya yang berasal dari Ponorogo, Trenggalek, Wonogiri, dan Lamongan juga dipulangkan ke daerah masing-masing.
Polisi kemudian memberikan edukasi agar mereka lebih waspada terhadap bujuk rayu atau janji pekerjaan yang tidak jelas.
Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dan Kompas.com dengan judul "Mbah Tarman Tampung Lima Perempuan di Ponorogo, Terungkap Setelah Anak Cari Ibunya".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang