Rekomendasi Tempat Cari Inspirasi Hunian Paling Modern di Surabaya
Perkembangan tren hunian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran signifikan ke arah desain yang lebih modern, fungsional, dan berkelanjutan. Masyarakat urban kini tidak lagi sekadar mencari tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang mampu merefleksikan gaya hidup, karakter, serta kebutuhan jangka panjang.
Konsep rumah minimalis modern, hunian vertikal, hingga desain tropis kontemporer semakin diminati karena dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan dan perubahan iklim.
Selain itu, kesadaran terhadap kualitas material, pencahayaan alami, serta tata ruang yang mendukung produktivitas juga kian meningkat. Hunian bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang kenyamanan, kesehatan, dan nilai investasi yang berkelanjutan.
Di tengah tren tersebut, Surabaya menjadi salah satu kota yang berkembang dalam hal tren hunian. Seperti yang tergambarkan dalam galeri Lantekayu Surabaya, ini bukan sekadar ruang pamer konvensional, melainkan sebuah wadah interaksi hidup yang dirancang secara apik oleh Chrystalline Architects. Mengusung konsep “Tropical Communal Space for Designer”, galeri ini dirancang sebagai ruang multi-aktivitas yang dinamis.
Tempat ini memfasilitasi pertemuan produktif antara desainer dan klien, sekaligus membuka peluang kolaborasi kreatif antararsitek serta pelaku seni.
Daya tarik utama galeri ini tampak pada eksibisi mini berkonsep pop-up space design yang menampilkan karya sembilan arsitek terkurasi Indonesia. Narasi arsitektural di dalamnya disajikan secara visual dan imersif, menghadirkan beragam pendekatan desain. Salah satu yang mencuri perhatian adalah eksplorasi Moos Cafe oleh Clifford dari Spasi Architect, yang memadukan unsur ruang komunal dengan sentuhan modern tropis. Selain itu, konsep hunian The Vertical Oasis karya Yugo dan Steven dari Archiplus menawarkan gagasan rumah vertikal yang hijau dan adaptif terhadap lingkungan perkotaan. Tak kalah menarik, desain sakral Gereja Sukamara karya Paulus Setyabudi menghadirkan pendekatan spiritual dalam bahasa arsitektur kontemporer.
Ferry Rudianto Handoko, Direktur Lantekayu Surabaya, menegaskan bahwa kehadiran galeri ini merupakan bentuk evolusi brand dalam merespons pasar yang semakin mengapresiasi kualitas hidup. Ia melihat bahwa konsumen kini lebih kritis dalam memilih material dan desain yang mampu menunjang gaya hidup modern. Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Paulus Setyabudi yang menyoroti pentingnya ruang kolaboratif bagi generasi muda.
“Yang muda-muda ini perlu wadah sebetulnya untuk kreativitasnya, bukan dalam bentuk arsitektur mungkin dalam bentuk yang lain juga, yang berkaitan dengan hal-hal seni. Dan di tempat ini, walaupun tidak besar tapi bisa menampung misalnya arsitek atau pelaku-pelaku seni, misalnya lukisan dan sebagainya. Saya kira tempat ini sangat cozy,” ungkap Paulus.
Dengan konsep yang mengedepankan kolaborasi, kreativitas, dan kualitas ruang, galeri ini menjadi salah satu rekomendasi utama bagi masyarakat Surabaya yang tengah mencari inspirasi hunian paling modern. Tidak hanya menyajikan referensi desain, tempat ini juga menghadirkan pengalaman ruang yang hidup—menginspirasi siapa pun untuk membangun hunian yang tak sekadar indah, tetapi juga bermakna.