Profil Luke Vickery, Winger Keturunan Medan yang Berpeluang Dinaturalisasi Timnas Indonesia
Isu naturalisasi pemain diaspora untuk Timnas Indonesia kembali mencuat di tengah senyapnya kabar resmi dari PSSI dalam beberapa bulan terakhir.
Kali ini, nama Luke Vickery, winger muda yang berkarier di Liga Australia, disebut-sebut berpeluang masuk radar Timnas Indonesia.
Nama Luke Vickery muncul saat publik mempertanyakan arah regenerasi skuad Garuda pasca kegagalan Timnas Indonesia senior lolos ke Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Luke Vickery merupakan pemain sayap berusia 20 tahun yang saat ini memperkuat McArthur FC, klub peserta A-League Australia. Jika proses naturalisasi benar-benar terealisasi, ia berpotensi menjadi pemain kedua yang aktif berkarier di Australia setelah bek sayap Matthew Baker.
Informasi mengenai latar belakang keturunan Indonesia Luke Vickery pertama kali diungkap akun Instagram @futboll.indonesiaa. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Vickery memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak nenek ibu yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Akun tersebut menyebutkan, nenek Luke Vickery pindah ke Belanda saat masih berusia sembilan tahun. Buyut Vickery disebut berasal dari latar Hindia Belanda dan pribumi, dengan ayah berdarah Belanda/Hindia Belanda serta ibu asli Medan. Fakta inilah yang menjadi dasar klaim bahwa Vickery memiliki darah Indonesia.
Meski memiliki garis keturunan Indonesia, Luke Vickery diketahui tidak memiliki paspor Indonesia. Ia lahir di Hawaii, Amerika Serikat, pada 20 Oktober 2005, dan besar di Australia. Saat ini, Vickery hanya memegang kewarganegaraan Australia dan Amerika Serikat.
Namun demikian, secara regulasi, peluang naturalisasi masih terbuka. Status garis keturunan dari pihak nenek membuat Luke Vickery memenuhi kriteria dasar untuk proses perpindahan kewarganegaraan, jika memang dibutuhkan dan dipertimbangkan federasi.
Menariknya, Luke Vickery menunjukkan respons positif ketika ditanya mengenai kemungkinan bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia dikabarkan cukup antusias apabila mendapat tawaran resmi untuk memperkuat skuad Garuda.
Dari sisi teknis, Luke Vickery dikenal sebagai pemain serba bisa. Ia dapat beroperasi di sisi kanan maupun kiri sayap, serta sesekali dimainkan sebagai penyerang. Dengan tinggi badan 183 cm, Vickery menawarkan profil fisik yang jarang dimiliki winger Asia Tenggara.
Saat ini, Vickery terikat kontrak jangka panjang bersama McArthur FC hingga Juni 2027. Sebelumnya, ia menimba ilmu di akademi Western United, salah satu klub papan atas Australia. Meski kontribusi golnya belum menonjol, reputasinya terus meningkat.
Situs resmi Western United, wufc.com.au, menyebut pemanggilan Vickery ke skuad Young Socceroos sebagai cerminan kualitas dan potensi yang dimilikinya. Ia juga tercatat sebagai bagian dari Timnas Australia U-19.
Luke Vickery bahkan sempat tampil di Piala AFF U-19 2024 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pengalaman tersebut menegaskan statusnya sebagai pemain penting di level usia muda Australia.
Di tengah belum adanya pernyataan resmi dari PSSI, nama Luke Vickery menjadi pengingat bahwa opsi diaspora masih tersedia. Bagi Timnas Indonesia, sosok winger muda dengan pengalaman kompetisi Australia bisa menjadi aset jangka panjang, jika proses dan kebutuhan memang sejalan.