Kronologi Emak-emak di Medan Tabrak Jambret Usai Gelangnya Dirampas

Medan, jambret, Kronologi Emak-emak di Medan Tabrak Jambret Usai Gelangnya Dirampas, Kronologi Kejadian, Pelaku Menabrak Becak, Kemudian Ditabrak Korban, Pelaku Sempat Dihajar Warga, Tuti Mengalami Luka Akibat Jatuh dari Motor

Seorang emak-emak di Kota Medan, Sumatera Utara, yang menjadi korban jambret berhasil menggagalkan pelaku kabur membawa gelangnya pada Minggu (15/3/2026).

Ia dengan berani mengejar menggunakan motor dan menabrak pelaku di Jalan AR Hakim, Kota Medan. Akhirnya, pelaku pun berhasil ditangkap warga dan diamankan oleh kepolisian.

Kapolsek Medan Area AKP Ainul Taqin mengatakan, insiden yang menimpa Tuti Damai (41) itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Terdapat dua pelaku jambret yang telah diamankan, yakni Usuf (35) dan Heru Rahmat (34).

"Hasil interogasi, keduanya ini residivis kasus jambret. Saat ini sudah ditahan untuk menjalani proses hukum," kata Ainul, Senin (16/3/2026), dikutip dari Kompas.com.

Kronologi Kejadian

Tuti Damai menjelaskan, kejadian bermula ketika ia selesai membeli minuman di depan sebuah gerai Indomaret dan hendak pulang menuju arah Jalan Bromo.

"Saya habis beli minuman di depan Indomaret di Jalan Bromo. Setelah itu saya mau pulang ke arah Jermal 15 dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna biru," ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (16/3/2026), dilansir dari Tribun-Medan.

Tak lama meninggalkan lokasi, korban melihat sepeda motor Honda Vario berwarna hitam yang ditumpangi dua orang pria diduga pelaku datang dari arah kirinya.

Awalnya korban tidak menaruh curiga terhadap kedua pria tersebut.

Namun, tiba-tiba salah satu pelaku yang dibonceng mendekati korban dan langsung merampas gelang emas dari pergelangan tangannya.

Setelah itu, Tuti berteriak pertolongan warga sembari berusaha mengejar para pelaku.

"Saya langsung teriak jambret sambil mengejar mereka. Pelaku itu panik kemudian memacu sepeda motor mereka dengan kecepatan tinggi dan melaju secara zig-zag seperti mengecek saya di jalanan ke arah Jalan AR Hakim atau Simpang Halat," ujarnya.

Pelaku Menabrak Becak, Kemudian Ditabrak Korban

Aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku pun terjadi sampai mendekati sebuah persimpangan lampu merah.

Dipersimpangan tersebut, sepeda motor yang dikendarai pelaku menabrak sebuah becak yang hendak menyeberang jalan.

"Pada saat menabrak becak, sepeda motor pelaku oleng dan memutar arah berlawanan. Saya melihat pelaku tancap gas ke arahku, sehingga saya tabrakan. Saat itu saya sempat jatuh dan terguling, tapi langsung bangkit lagi dan mengejar pelaku," tandasnya.

Setelah itu, warga yang melihat kejadian langsung berdatangan dan ikut mengejar para pelaku. Dua orang pelaku berhasil ditangkap oleh warga.

Pelaku Sempat Dihajar Warga

Saat ditangkap, korban sempat menanyakan keberadaan gelang miliknya yang dirampas pelaku. Namun pelaku sempat tidak mengakui.

"Saya tanya, mana gelangku, pelaku sempat tidak mengaku. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh warga, gelang akhirnya ditemukan di dalam kantong celana pelaku. Gelang tersebut kemudian diserahkan kembali kepada saya. Selain itu, tas dan telepon genggam saya juga berhasil ditemukan dan dikembalikan oleh warga yang membantu di lokasi," lanjutnya.

Para warga yang tersulut emosi langsung menghakimi pelaku. Satu pelaku yang sempat kabur dan berhasil ditangkap kembali oleh warga juga tak luput menjadi sasaran.

Tuti Mengalami Luka Akibat Jatuh dari Motor

Tidak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan menindaklanjuti peristiwa penjambretan tersebut.

Sementara itu, kondisi Tuti yang sudah mengalami luka usai terjatuh dari motor kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

"Saya selanjutnya dibantu oleh warga meninggalkan lokasi kejadian dan menumpang becak menuju RS Madani," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul "KRONOLOGI Jambret di Medan Berujung Diamuk Massa, Pelaku Sempat Ngejek Korban Usai Rampas Gelang" dan Kompas.com dengan judul "Viral Video Emak-emak di Medan Tabrak 2 Penjambret yang Rampas Gelangnya"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang