Nasib Pekerja Pabrik Swallow Medan yang Terbakar: Baru Sepekan Kerja Usai Dirumahkan 2 Bulan

pekerja, Medan, Nasib Pekerja Pabrik Swallow Medan yang Terbakar: Baru Sepekan Kerja Usai Dirumahkan 2 Bulan

Kebakaran pabrik Swallow di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 21.50 WIB, menyisakan kisah pilu dari para pekerja.

Pasalnya, insiden kebakaran ini membuat perusahaan yaitu PT Garuda Mas Perkasa terpaksa merumahkan para pekerja.

Padahal sebelumnya, perusahaan sudah sempat merumahkan para pekerja selama sekitar dua bulan akibat banjir di Medan beberapa waktu lalu.

HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novianty mengatakan, kebakaran yang menghanguskan pabrik ini membuat sebanyak 255 pekerja harus dirumahkan.

"Ya pastilah libur saat ini, Semua sudah terbakar," ujarnya pada Rabu (28/1/2026), dilansir dari Tribun Medan.

Baru Sepekan Masuk Kerja Setelah Dirumahkan Dua Bulan

Salah seorang pekerja, Ase, mengaku terpukul dengan kejadian ini. Ia menyebut kondisi tersebut semakin berat karena sebelumnya sudah sempat dirumahkan oleh perusahaan.

"Kami sudah beberapa bulan ini libur karena sempat dirumahkan, karena habis kebanjiran dua bulan dirumahkan," ujar Ase.

Menurut dia, pekerja sempat dirumahkan selama dua bulan karena sebagian mesin pabrik rusak karena banjir. Sehingga produksi harus dikurangi.

Setelah itu, Ase baru kembali masuk bekerja sekitar satu pekan terakhir sebelum kebakaran terjadi.

Namun, harapan itu kembali pupus setelah bangunan pabrik dilalap api dan membuatnya harus kembali menghadapi kemungkinan dirumahkan.

"Sudah siap dirumahkan baru satu minggu ini kami masuk. Pas datang tadi sudah sedih kali lah, entah sudah gimana pabrik kami," katanya.

Khawatir Tak Dapat THR Jelang Lebaran 2026

Selain ancaman kehilangan pekerjaan, para pekerja juga dihantui kekhawatiran lain, yakni hilangnya Tunjangan Hari Raya (THR).

Pasalnya, dalam beberapa bulan ke depan masyarakat akan menyambut Lebaran 2026.

Saat ditanya mengenai kemungkinan THR yang terancam tidak dibayarkan, Ase mengaku sudah tidak bisa berharap banyak setelah melihat kondisi pabrik yang hangus terbakar.

"Sudah enggak ada harapan lagi, sudah enggak tau lagi lah kalau gini," tukasnya.

Perusahaan Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Maya Novianty menyampaikan bahwa bagian pabrik yang terbakar merupakan gudang penyimpanan barang, seperti boneka dan sandal yang siap untuk dipasarkan.

Pabrik Swallow belum beroperasi normal sepenuhnya pasca banjir Medan beberapa bulan lalu. Saat ini pabrik masih menerapkan sistem kerja dua shift dari kondisi normal tiga shift.

"Sekarang juga, baru aja kebanjiran, jadi juga mesin produksi kita baru 2 atau 1 yang bisa. Belum normal karena tanggal 27 November 2025, jadi belum maksimal," ujar Maya.

"Jadi shift 3 udah nggak bisa masuk lagi, karena di sana udah ditutup," tambahnya.

Maya pun menegaskan, tidak ada pekerja pabrik Swallow yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Saat kebakaran terjadi, karyawan yang masuk bekerja merupakan shift kedua, dengan jumlah sekitar 70 orang.

"Kalau tentang karyawan nggak ada. Jadi, informasi yang simpang siur, bikin kita pusing. Ada korban jiwa, 35 orang, padahal tidak ada, membuat kita pun bingung ya, siapa yang jadi korbannya," tandasnya.

Hingga kini, pihak perusahaan mengaku belum dapat memastikan total kerugian material akibat kebakaran yang meludeskan seluruh area pabrik tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul "Baru Sepekan Masuk setelah Banjir, Karyawan Pabrik Swallow di Medan Dirumahkan karena Kebakaran" dan "HRD Pabrik Swallow di Medan Bantah Isu 35 Korban Jiwa dalam Kebakaran, 255 Karyawan Selamat"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang