Terpopuler: PSG Pakai Poster Ala Film Agak Laen, John Herdman Tinggal Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

PSG pakai poster film Agak Laen, 5. John Herdman Tinggal Selangkah Jadi Pelatih Timnas Indonesia, 4. Alasan John Herdman Lebih Pilih Timnas Indonesia Ketimbang Jamaika dan Honduras, 3. Kiper Gagalkan 4 Penalti, PSG Juara Piala Interkontinental 2025, 2. Sextuple! PSG Jadi Tim Keempat yang Raih Enam Gelar dalam Setahun, 1. Menyala Lemari Trofiku! PSG Pakai Poster Ala Film Agak Laen Jelang Final Piala Interkontinental vs Flamengo
PSG pakai poster film Agak Laen

5. John Herdman Tinggal Selangkah Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Mantan pelatih Timnas Kanada di Piala Dunia 2022, John Herdman, dikabarkan bakal segera diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Kabar tersebut pertama kali dilaporkan media Honduras, Amerika Selatan, Diez. Dalam artikelnya, media tersebut menyebut bahwa Herdman akan menjauh dari kawasan CONCACAF dan memilih menangani Timnas Indonesia, yang belum pernah tampil di Piala Dunia.

Laporan tersebut menegaskan bahwa proses negosiasi antara PSSI dan John Herdman telah memasuki tahap akhir. Situasi ini membuat peluang Herdman melatih negara lain praktis tertutup.

Nama John Herdman sendiri bukan sosok sembarangan. Pelatih asal Inggris itu memiliki rekam jejak mentereng setelah sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, pencapaian yang mengakhiri penantian Kanada selama 32 tahun.

Prestasi itu membuat Herdman diminati sejumlah negara di kawasan CONCACAF, termasuk Honduras dan Jamaika. Honduras disebut tertarik merekrut Herdman untuk membangun proyek menuju Piala Dunia 2030, sementara Jamaika sempat memproyeksikannya sebagai pengganti Steve McClaren. Namun, Herdman menolak dua tawaran tersebut karena memprioritaskan Indonesia. 

4. Alasan John Herdman Lebih Pilih Timnas Indonesia Ketimbang Jamaika dan Honduras

Nama John Herdman kembali menguat sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia. Mantan pelatih tim nasional Kanada itu dikabarkan lebih condong menerima tawaran dari PSSI ketimbang negara di kawasan CONCACAF seperti Honduras dan Jamaika.

Media Honduras, Diez, melaporkan bahwa federasi sepak bola Honduras harus merelakan peluang merekrut Herdman. Pelatih berusia 50 tahun tersebut sebelumnya masuk dalam daftar kandidat pengganti Reinaldo Rueda, namun ia tidak melanjutkan proses negosiasi.

Keputusan itu cukup mengejutkan mengingat reputasi Herdman di kawasan CONCACAF terbilang sangat kuat. Namanya melambung setelah sukses besar membawa tim nasional Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian bersejarah setelah penantian panjang selama puluhan tahun. Catatan tersebut membuat Herdman dipandang sebagai figur ideal untuk membangun kembali kekuatan tim nasional di kawasan Amerika Utara dan Karibia.

Namun, laporan Diez menyebut Herdman justru lebih tertarik dengan proyek jangka panjang yang ditawarkan Indonesia. Pendekatan kepelatihan Herdman yang terstruktur, serta kemampuannya membangun motivasi tim dengan latar belakang pemain yang beragam, dinilai sejalan dengan kebutuhan PSSI saat ini.

PSSI juga disebut tengah mencari sosok pelatih yang terbiasa bekerja di bawah tekanan tinggi, terutama dalam persaingan ketat jalur kualifikasi Piala Dunia. Pengalaman Herdman dalam mengelola transisi tim, menjaga konsistensi performa, serta membentuk identitas permainan di level internasional dianggap sesuai dengan kriteria tersebut.

3. Kiper Gagalkan 4 Penalti, PSG Juara Piala Interkontinental 2025

 Paris Saint-Germain (PSG) memastikan gelar juara Piala Interkontinental FIFA 2025 setelah mengalahkan klub asal Brasil, Flamengo, dalam final yang digelar di Ahmad bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar, Kamis dini hari WIB, 18 Desember 2025.

Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi klub asal Paris tersebut sekaligus menambah trofi mereka di musim yang luar biasa.

Pertandingan final berlangsung ketat sejak peluit dimulai. PSG dan Flamengo sama-sama menunjukkan kualitas tinggi sepanjang pertandingan, menciptakan banyak peluang namun belum berhasil memecah kebuntuan di babak pertama. 

Gol pertama tercipta pada menit ke-38 ketika Khvicha Kvaratskhelia memanfaatkan bola pantulan hasil tepisan kiper Flamengo dan menaklukkan gawang dengan tendangan kaki kiri yang tenang. Gol itu memecah kebekuan dan memberi PSG keunggulan pertama dalam pertandingan penting ini. 

Namun, dominasi PSG tak bertahan lama. Flamengo mampu menyamakan skor pada menit ke-62 melalui titik putih setelah wasit menunjuk penalti. Jorginho maju sebagai eksekutor dan sukses mengecoh kiper PSG, membawa skor menjadi imbang 1–1. 

2. Sextuple! PSG Jadi Tim Keempat yang Raih Enam Gelar dalam Setahun

Paris Saint-Germain (PSG) menorehkan sejarah emas dalam dunia sepak bola. Les Parisiens resmi menjadi tim keempat dalam sejarah yang mampu meraih enam gelar dalam satu tahun kalender (sextuple) setelah menjuarai Piala Interkontinental 2025.

Pencapaian luar biasa tersebut mendapat sorotan luas dari dunia sepak bola. Jurnalis ternama Fabrizio Romano menyebut musim PSG sebagai “historical year” dan “magic season”, sementara akun sepak bola global 433 menegaskannya sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah klub modern.

Sepanjang tahun 2025, PSG tampil dominan di semua level kompetisi—domestik, Eropa, hingga dunia. Enam gelar yang berhasil dikoleksi adalah:

  1. Ligue 1 Prancis
  2. Coupe de France
  3. Trophée des Champions
  4. Liga Champions UEFA
  5. UEFA Super Cup
  6. FIFA Intercontinental Cup

Gelar FIFA Intercontinental Cup menjadi penutup sempurna musim gemilang PSG setelah mereka menundukkan wakil Amerika Selatan, Flamengo, di partai final.

1. Menyala Lemari Trofiku! PSG Pakai Poster Ala Film Agak Laen Jelang Final Piala Interkontinental vs Flamengo

 Paris Saint-Germain (PSG) kembali mencuri perhatian jelang laga puncak Final Piala Interkontinental 2025 melawan Flamengo. Kali ini bukan lewat strategi di lapangan, melainkan lewat poster promosi unik bergaya film Indonesia Agak Laen dengan tagline yang dimodifikasi menjadi “Final Laen: Menyala Lemari Trofiku!”.

Poster tersebut diunggah melalui akun resmi PSG dan langsung menyedot perhatian warganet, khususnya penggemar sepak bola Indonesia. Dalam visual itu, sejumlah pemain bintang PSG ditampilkan dengan pose dramatis ala poster film Agak Laen: Menyala Pantiku!, lengkap dengan nuansa gelap, sorotan cahaya, dan tipografi mencolok yang menegaskan atmosfer “final besar”.

PSG seolah ingin menyampaikan pesan sederhana namun kuat: final ini harus menyala, baik di dalam maupun luar lapangan.

Penggunaan gaya poster Agak Laen menjadi bukti bagaimana PSG semakin piawai merangkul kultur pop lintas negara. Film tersebut dikenal luas di Indonesia dengan gaya promosi nyeleneh, humor gelap, dan tagline yang mudah diingat—formula yang kini “dipinjam” PSG untuk membangun hype jelang laga krusial.

Tak heran jika kolom komentar langsung dipenuhi reaksi warganet Indonesia. Mulai dari pujian atas kreativitas PSG, hingga candaan khas netizen yang menyebut poster tersebut “lebih horor dari adu penalti” dan “lebih tegang dari ending filmnya”.