Panas! Bintang PSG Semprot Arsenal Usai Juara Liga Champions
Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions usai mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti di final yang berlangsung sengit, Sabtu malam waktu setempat. Namun, kemenangan itu tak hanya menghadirkan pesta bagi Les Parisiens, melainkan juga sindiran pedas untuk The Gunners.
Gelandang muda PSG, João Neves, melontarkan komentar yang diyakini bakal membuat pendukung Arsenal geram. Pemain asal Portugal itu menilai hanya PSG yang benar-benar ingin bermain sepak bola di partai puncak tersebut.
Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Baru enam menit laga berjalan, Kai Havertz berhasil membobol gawang PSG dan membawa wakil Inggris unggul lebih dulu.
Gol cepat tersebut sempat memunculkan harapan besar bagi publik Arsenal untuk menyaksikan tim kesayangannya mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Namun PSG perlahan bangkit dan mengambil kendali permainan. Tim asuhan Luis Enrique mendominasi penguasaan bola serta terus menekan pertahanan Arsenal.
Upaya PSG akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua. Wasit menunjuk titik putih setelah bek Arsenal, Cristhian Mosquera, dinilai melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti.
Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin menegangkan.
Setelah gol tersebut, PSG semakin mendominasi jalannya laga. Meski terus menekan hingga babak tambahan waktu, mereka gagal mencetak gol kemenangan sehingga duel harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama pun terjadi dari titik putih. Eberechi Eze menjadi penendang pertama yang gagal untuk Arsenal. PSG juga sempat kehilangan peluang setelah tendangan Nuno Mendes berhasil ditepis David Raya.
Namun petaka datang bagi Arsenal pada tendangan penentuan. Lucas Beraldo sukses mencetak gol untuk PSG dan membuat Gabriel Magalhaes wajib mencetak gol demi menjaga asa timnya.
Alih-alih memperpanjang napas Arsenal, bek asal Brasil itu justru melepaskan tendangan yang melambung jauh di atas mistar gawang. PSG pun memastikan kemenangan sekaligus mempertahankan mahkota Liga Champions.
Gabriel terlihat sangat terpukul usai kegagalannya tersebut. Ia bahkan mendapat hiburan dari rekan senegaranya yang juga bek PSG, Marquinhos.
Berbeda dengan Marquinhos yang menunjukkan simpati, João Neves justru memilih melontarkan komentar tajam mengenai gaya bermain Arsenal.
"Penuh emosi. Ini kedua kalinya saya menjadi juara Eropa. Bukan hanya kemenangan yang membuat saya bahagia, tetapi juga karena saya bermain bersama rekan-rekan, staf, dan manajemen yang luar biasa," kata Neves.
Pemain yang didatangkan dari Benfica itu kemudian menegaskan keyakinannya bahwa PSG layak menjadi juara.
"Kami pantas menang hari ini karena PSG adalah satu-satunya tim yang benar-benar ingin bermain," ujar Neves.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena secara tidak langsung menyindir pendekatan taktik Arsenal yang lebih banyak bertahan sepanjang pertandingan.
Neves juga mengaku bangga dengan pencapaian PSG musim ini yang dinilainya jauh lebih berat karena harus mempertahankan gelar yang diraih musim sebelumnya.
"Saya sangat bahagia dengan apa yang dilakukan tim ini. Mempertahankan gelar jauh lebih sulit. Ada kelelahan, tetapi ketika bermain di final, Anda harus melupakan semuanya dan memberikan segalanya," lanjutnya.
Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique turut memuji perjuangan Arsenal meski tetap menilai timnya pantas keluar sebagai juara.
"Kami layak mendapatkannya. Pertandingan berjalan sangat sulit dan ketat, tetapi kami pantas menang," kata Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui Arsenal memberikan perlawanan luar biasa sepanjang laga.
"Selamat untuk Arsenal. Mereka bermain sangat baik. Mereka mencoba membawa pertandingan ke area yang menjadi kekuatan mereka. Sementara kami berusaha mengontrol bola, menekan lawan, dan akhirnya berhasil memenangkan gelar," ujarnya.
Keberhasilan ini membuat PSG masuk dalam daftar klub elite yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Sementara bagi Arsenal, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak setelah mereka nyaris mengakhiri penantian panjang untuk menjadi raja Eropa.