Saat Sepak Bola "Senang-senang" PSG Beri Luka untuk Pasukan Arteta...
PSG bersenang-senang di atas lapangan dan menjadi juara Liga Champions 2025-2026. Ketika Les Parisiens dilanda sukacita, perih dirasakan Arsenal asuhan Arteta.
Legenda Arsenal, Thierry Henry, memberikan penghormatan kepada pelatih PSG, Luis Enrique, setelah final Liga Champions 2025-2026 tuntas digelar.
"Saya harus mengatakan apa yang telah Anda lakukan untuk sepak bola Perancis sungguh mengagumkan," tutur Thierry Henry yang bekerja sebagai pengamat untuk CBS Sports.
"Mungkin sejak 1990-an, kita tak melihat sebuah tim yang bermain seperti itu di kompetisi Eropa, dengan kepercayaan diri yang begitu besar," ujar Henry yang semasa bermain pernah mengantar Arsenal ke final Liga Champions 2006.
Henry harus melihat eks timnya kembali gagal menjadi juara. Arsenal kalah 3-4 dari PSG dalam babak adu penalti di final Liga Champions 2025-2026.
Final Liga Champions 2025-2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) berujung imbang sama kuat 1-1 selama 90 menit.
Arsenal unggul cepat berkat tembakan kencang Kai Havertz (6'). PSG lalu membalas di babak kedua via sepakan Ousmane Dembele (65') dari titik putih.
Setelah itu, kedua tim gagal menambah perbendaharaan gol. Papan skor tetap menunjuk angka 1-1 setelah PSG dan Arsenal melalui dua kali babak perpanjangan waktu.
Adu penalti pun mesti digelar untuk menentukan pemenang. Sebanyak empat dari lima eksekutor PSG sukses menunaikan tugas.
Satu-satunya penendang PSG yang gagal adalah Nuno Mendes. Di sisi lain, Arsenal hanya menyarangkan tiga gol di adu penalti lantaran eksekusi Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes tak menemui gawang.
Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kemenangan usai babak adu penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026.
Resep Sederhana PSG Juara
PSG pun dipastikan sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions. Tim beralias Les Parisiens jadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu juara beruntun, sejak era Liga Champions diperkenalkan pada 1992.
"Sederhana, Anda hanya harus bersenang-senang di lapangan," ucap Luis Enrique menjawab pertanyaan Thierry Henry.
"Anda hanya harus memilih pemain dengan banyak kualitas teknik dan mencoba bermain dengan gaya yang kami pikir lebih baik."
"Hal yang terpenting bagi saya ketika kami mendengarkan suporter kami, bahkan pendukung tim lain bahwa mereka menikmati menonton tim kami bermain sepak bola," ujar Luis Enrique.
Arsenal Tak Banyak Kuasai Bola
Permainan dominan memang ditampilkan PSG di final Liga Champions 2025-2026. Persentase penguasaan bola mereka mencapai 72 persen, berbanding hanya 28 persen milik Arsenal.
Sementara, data Opta menyatakan penguasaan bola Arsenal sebesar 24,7 persen. Itu adalah catatan terendah untuk sebuah tim yang mentas di final Liga Champions, sejak Opta mengoleksi data pada 2003-2004.
Satu aspek statistik itu sudah menggambarkan sepak bola agresif dan menekan yang dibawa Luis Enrique bersama PSG.
Dari segi penciptaan peluang, PSG juga unggul jauh, yakni 21 tembakan berbanding delapan punya Arsenal.
PSG setia dengan identitas mereka untuk mengambil inisiatif dan menggebar pendekatan ofensif.
Mereka menutup Liga Champions 2025-2026 dengan total 45 gol. Les Parisiens merupakan tim paling produktif.
Rata-rata PSG membuat 2,6 gol dalam setiap laga Liga Champions musim ini.
Ketika PSG tetap setia dengan sepak bola atraktif, Arsenal juga solid dengan pendekatan yang lebih pragmatis.
Organisasi permainan rapi Arsenal sempat membuat PSG kesulitan menemukan ruang. Pada akhirnya, adu penalti yang jadi batas antara kalah dan menang.
"Sakit. Ketika Anda begitu dekat dalam sebuah kompetisi, beberapa tendangan penalti di kompetisi antarklub terbesar di dunia, maka itulah yang seharusnya kami rasakan."
"Kami harus mengubah rasa sakit ini menjadi bahan bakar," tutur pelatih Arsenal, Mikel Arteta, dilansir dari TNT Sports.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang