Hasil PSG Vs Bayern 5-4, Vincent Kompany: Harus Berani Bertarung Habis-habisan
Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, angkat bicara usai timnya kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam semifinal Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.
Duel leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 antara PSG vs Bayern Muenchen digelar di Stadion Parc des Princes, Selasa (28/4/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Pertandingan PSG vs Bayern Muenchen berakhir dengan skor 5-4, untuk kemenangan tim tuan rumah.
Lima gol Paris Saint Germain dicetak Khvicha Kvaratskhelia (24', 56'), Joao Neves (33'), dan Ousmane Dembele (45+5' pen, 58').
gol Bayern Muenchen diciptakan oleh Harry Kane (17'pen), Michael Olise (41'), Dayot Upamecano (65'), dan Luis Diaz (68').
Duel PSG vs Bayern Muenchen menjadi laga semifinal Liga Champions dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Secara statistik, duel berjalan cukup seimbang karena Paris Saint-Germain menorehkan 43 persen penguasaan bola, sedangkan Bayern Muenchen 57 persen.
PSG tercatat mampu melakukan total 12 tembakan ke gawang (lima di antaranya tepat sasaran), berbanding 10 tembakan (delapan tepat sasaran) dari Bayern Muenchen.
Partai leg kedua PSG melawan Bayern Muenchen akan berlangsung di Allianz Arena, Rabu (6/5/2026) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Evaluasi Strategi di Level Tinggi
Selepas pertandingan, Vincent Kompany mengaku situasinya terasa berbeda saat ia harus menyaksikan laga dari bangku penonton.
"Rasanya berbeda bagi saya untuk menonton (dari bangku penonton)," kata Kompany dikutip dari BBC Sport, Rabu (29/4/2026).
"Namun saya lebih suka berada di lapangan, merasakan emosi pertandingan dan mencoba membantu. Staf melakukan pekerjaan yang fantastis dalam mempersiapkan tim."
Penyerang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, merayakan gol pada laga leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Muenchen di Parc des Princes di Paris pada 28 April 2026.
Mantan pemain Manchester City itu menegaskan bahwa timnya harus mengambil sikap yang jelas saat menghadapi lawan dengan kualitas individu yang mumpuni.
"Saya melihat banyak pertahanan yang bagus hari ini, tetapi permainan ini sangat tipis perbedaannya, Anda harus memilih untuk bertarung habis-habisan, atau mundur sepenuhnya."
"Strategi di antara keduanya tidak akan berhasil melawan pemain-pemain di level itu," ungkap Kompany.
Optimisme Menuju Allianz Arena
Meski tertinggal secara agregat, Kompany tetap melihat sisi positif dari daya gempur pasukannya.
Menurutnya, mampu mencetak empat gol di kandang lawan memberikan modal kepercayaan diri yang besar untuk laga selanjutnya.
"Kami menderita tetapi kami berbahaya. Lima gol di laga tandang di Liga Champions biasanya berarti Anda tersingkir, tetapi peluang yang kami miliki membuat kami percaya diri."
Pelatih berusia 40 tahun itu juga memuji mentalitas pemainnya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal jauh.
"Jika Anda tidak berdaya saat skor 5-2, sulit untuk membalikkan keadaan, tetapi mengingat betapa berbahayanya permainan kami saat itu, saya rasa kuncinya adalah kembali fokus dan memanfaatkan peluang yang ada," lanjutnya.
Kini, perhatian beralih ke laga penentuan yang akan digelar di markas sendiri. Kompany berharap dukungan penuh dari suporter dapat menjadi faktor pembeda untuk membalikkan keadaan.
"Kami bermain di kandang sendiri dengan 75.000 orang di stadion, saya menginginkan lebih banyak lagi."
"Kami ingin dukungan sebesar itu tetap ada, dan Allianz Arena adalah tempat di mana apa pun bisa terjadi," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang