Dugaan 2 Pemain PSG Tak Akur di Uji Coba Internal Jelang Final Liga Champions

Paris Saint-Germain vs Arsenal, Matvey Safonov, Dugaan 2 Pemain PSG Tak Akur di Uji Coba Internal Jelang Final Liga Champions

Germain (PSG) terus mematangkan persiapan jelang laga final Liga Champions 2025-2026 menghadapi Arsenal.

Pertandingan Paris Saint-Germain vs Arsenal dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.

Setelah memastikan gelar juara Ligue 1 pada pekan lalu, PSG memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan persiapan termasuk menggelar laga uji coba.

Uji coba tersebut digunakan sebagai salah satu cara untuk menjaga kekompakan di lapangan seperti yang mereka lakukan saat menyingkirkan Bayern Muenchen di babak semifinal.

Namun ada satu momen yang membuat para suporter merasa curiga dengan kekompakan para pemain PSG.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, sang kiper, Matvey Safonov diduga tak akur dengan rekan setimnya, Ilya Zabarnyi karena menolak bersalaman sebelum pertandingan.

Dugaan Konflik Ukraina-Rusia

Pertandingan uji coba internal digelar oleh PSG dengan Safonov dan Zabarnyi berada di sisi yang berbeda.

Saat laga hendak dimulai, tim Safonov diminta untuk berjabat tangan terlebih dahulu dengan tim Zabarnyi.

Beberapa pemain mendapat jabat tangan dari Safonov. Namun, hal tersebut tidak dia lakukan saat bertemu Zabarnyi.

Paris Saint-Germain vs Arsenal, Matvey Safonov, Dugaan 2 Pemain PSG Tak Akur di Uji Coba Internal Jelang Final Liga Champions

Penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, merayakan gol pertama timnya pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara FC Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG) di Munich, Jerman selatan pada 6 Mei 2026.

Belum ada kabar terbaru tentang alasan dibalik penolakan tersebut. Namun, beredar kabar jika perbedaan kewarganegaraan keduanya menjadi penyebab.

Ilya Zabarnyi baru bergabung dengan PSG pada awal musim panas ini setelah hengkang dari Bournemouth merupakan pemain asal Kyiv, Ukraina. Sementara itu Matvey Safonov berasal dari Stavropol, sebuah kota dari Rusia.

Konflik yang terus terjadi antara Ukraina dan Rusia belakangan menjadi alasan di balik konflik keduanya hingga dibawa ke lapangan.

Menariknya, kedua pemain telah tampil bersama dalam 13 pertandingan musim ini, termasuk sekali di Liga Champions.

Misi Pertahankan Gelar Liga Champions

Paris Saint-Germain berpeluang mempertahankan gelar Liga Champions yang berhasil mereka raih pada musim lalu.

Pertemuan melawan Arsenal juga menjadi partai ulangan keduanya di babak gugur seperti pada babak semifinal musim lalu.

Pada saat itu, tim asuhan Mikel Arteta kalah agregat 1-3 dari PSG yang akhirnya finis sebagai juara usai menghajar Inter Milan 5-0.

Meski demikian, kondisi saat ini sudah jauh berbeda. Arsenal yang baru saja meraih gelar juara Liga Inggris tentu termotivasi untuk meraih gelar pertamanya di Liga Champions.

Luis Enrique juga enggan meremehkan Meriam London dan mengklaim final kali ini sangat ideal.

"Mereka adalah salah satu tim terbaik ketika tidak menguasai bola, dan ketika menguasainya, mereka mencetak banyak gol."

"Masuk akal jika kami menghadapi mereka di final. Kita bisa menantikan final yang benar-benar hebat,” jelasnya dikutip dari situs resmi klub.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang