Patrice Evra Sebut PSG Bisa Cetak 5 Gol jika Arsenal Nekat Main Bertahan Total
Mantan pemain belakang Manchester United, Patrice Evra, melemparkan peringatan keras kepada Arsenal menjelang final Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.
Patrice Evra menilai sang jawara baru Premier League itu berada dalam ancaman besar jika tidak mampu meningkatkan kualitas permainan mereka saat menghadapi sang juara bertahan, Paris Saint-Germain.
Keberhasilan Arsenal menapakkan kaki di partai final tanpa tersentuh kekalahan merupakan pencapaian perdana klub sejak tahun 2006 silam.
asuh Mikel Arteta tengah berada di atas angin, raksasa Perancis yang akrab disapa PSG tersebut diprediksi siap merusak pesta dan berambisi mempertahankan trofi prestisius di Budapest, Hongaria pada kompetisi Liga Champions 2025-2026 ini.
Les Parisiens dibekali barisan penyerang menakutkan yang dihuni oleh trio Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Khvicha Kvaratskhelia.
Di sisi lain, pertahanan kokoh skuad Meriam London yang hanya kemasukan 27 gol di kompetisi domestik bakal diuji habis-habisan dalam misi merengkuh gelar ganda (double winner) yang bersejarah.
Evra meragukan rekor impresif klub asal London Utara itu baru-baru ini sanggup membendung kekuatan lawan.
Ketika ditanya apakah performa tim asuhan Arteta sudah cukup meyakinkan, pria asal Perancis itu memberikan pandangannya:
"Tidak, tidak, tidak, tidak, mungkin, mungkin saya terlalu cepat bicara, tetapi kali ini bukan karena Arsenal, melainkan tentang PSG," kata Evra dikutip dari Goal.
Bayang-Bayang Tragedi Inter Milan
Evra mengklaim bahwa dominasi sepak bola saat ini tengah digenggam oleh skuad asuhan raksasa Perancis tersebut.
Dirinya berkaca pada partai final tahun 2025 saat Inter Milan luluh lantak digilas lima gol, meskipun klub asal Italia tersebut dikenal sebagai pakar pertahanan rapat (Catenaccio).
"Saya pikir PSG mendominasi dunia sepak bola dan saya harap Arsenal akan bermain terbuka karena jika mereka bermain bertahan total seperti dulu, PSG akan mencetak lima gol seperti yang mereka lakukan pada Inter di final."
"Saya terkejut karena mereka adalah ahli Catenaccio. Di Italia, sejak lahir pun, mereka sudah mengajarkan tentang Catenaccio."
Para pemain Arsenal merayakan kemenangan usai pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Liga Champions melawan Atletico Madrid di Stadion Emirates di London utara pada 5 Mei 2026. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)
Ia menambahkan bahwa jika armada Paris turun dengan kekuatan penuh dan kondisi Ousmane Dembele fit, kans lawan untuk menang akan sangat tipis.
Namun, Evra juga menggarisbawahi bahwa raihan trofi Liga Inggris sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi suporter Meriam London setelah menanti selama 22 tahun.
"Tapi tidak, jika PSG memiliki semua pemain ini - jika Ousmane Dembele dan semua pemain lainnya siap, mereka akan menghancurkan Arsenal," jelas Patrick Evra.
"Tapi kita tidak pernah tahu. Sekarang mereka memenangkan Liga Premier. Saya pikir bahkan bagi para penggemar Arsenal, jujur saja, memenangkan Liga Champions akan menjadi bonus bagi mereka."
"Saya rasa mereka tidak akan menangis atau kecewa jika Arsenal tidak memenangkan Liga Champions ini karena mereka sudah menyelesaikan tugasnya, yaitu Liga Premier."
"Mereka menunggu selama 22 tahun. Ini adalah pencapaian terbesar. Jika mereka memenangkan Liga Champions, itu akan menjadi pelengkap yang sempurna," tegas bek kelahiran Dakar pada 15 Mei 1981 itu.
Tuntutan Taktik Lebih Baik untuk Arteta
Mantan kapten timnas Perancis itu meminta Mikel Arteta tidak menerapkan taktik defensif pasif jika ingin membawa pulang trofi Si Kuping Besar.
Mengingat babak final hanya berlangsung dalam satu pertandingan tunggal, segala kemungkinan taktis bisa menjadi pembeda di lapangan hijau.
"Tapi dengan PSG, apa yang mereka lakukan dan Anda lihat semifinal melawan Bayern Munich dibandingkan dengan semifinal melawan Arsenal dan Atletico dan jangan salah paham, itu hanya satu pertandingan."
"Itu hanya satu pertandingan di final. Segalanya bisa terjadi. Tapi gaya bermain dan cara saya melihat PSG, cara mereka mengalahkan Inter, jika Mikel Arteta tidak memiliki rencana untuk memainkan sepak bola yang lebih baik, mereka tidak akan punya peluang."
"Jika mereka ingin bermain bertahan total, mereka tidak akan punya peluang untuk memenangkan pertandingan," tegas pemain
Meskipun PSG sempat menelan kekalahan dari Chelsea pada ajang Piala Dunia Antarklub, Evra tetap menempatkan tim asal Paris tersebut sebagai unggulan utama dalam pertandingan pamungkas kali ini.
"Tapi apa pun bisa terjadi. Favorit saya untuk pertandingan ini, dan dengan segala hormat dan cinta untuk Arsenal, Anda tahu, itu adalah PSG."
"Tapi sekali lagi, PSG, mereka kalah di Piala Dunia Antarklub melawan Chelsea. Jadi seperti yang saya katakan, dalam satu pertandingan, apa pun bisa terjadi," tutup Evra.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang