Kata-kata Vincent Komany Usai Hasil Bayern Muenchen Vs PSG 1-1 (5-6 agg)
Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, angkat bicara usai hasil imbang melawan Paris Saint-Germain (PSG) dalam lanjutan Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.
Pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions 2025-2026 antara Bayern Muenchen vs PSG digelar di Allianz , Kamis (7/5/2026).
Duel Bayern Muenchen vs PSG berakhir dengan skor imbang, 1-1. Sehingga, tim besutan Vincent Kompany kalah agregat 5-6.
Germain berhak melangkah ke final Liga Champions 2025-2026 untuk melawan Arsenal.
The Gunners, julukan Arsenal memastikan tiket ke partai puncak usai menang agregat 2-1 atas Atletico Madrid.
Laga PSG vs Arsenal vs pada final Liga Champions 2025-2026 akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.
Melansir dari Fotmob, PSG menjadi tim pencetak gol terbanyak di Liga Champions musim ini, dengan rincian 43 gol.
Sementara Bayern Muenchen baru menelan satu kekalahan dari 29 pertandingan kandang terakhir di Liga Champoins.
Analisis Taktik dan Pertahanan Lawan
Selepas pertandingan, Vincent Kompany menolak anggapan bahwa anak asuhnya tampil tanpa perlawanan berarti.
Ia menilai bahwa strategi penguasaan bola yang diterapkan timnya sempat merepotkan rencana permainan tim tamu, meskipun penyelesaian akhir tetap menjadi kendala besar bagi tuan rumah.
"Saya tidak setuju. Banyak hal yang dilakukan PSG dengan sangat baik adalah pressing dan ruang serang yang diciptakan para penyerang," katanya dikutip dari BBC Sport, Kamis (7/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pertahanan PSG tampil sangat disiplin dalam menghalau umpan-umpan krusial di area terlarang.
Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, dikelilingi para pemain Bayern Muenchen pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara FC Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain (PSG) di Munich, Jerman selatan pada 6 Mei 2026.
"Saya rasa bagian dari rencana permainan mereka tidak dapat dieksekusi dengan baik karena kami bermain bagus dalam penguasaan bola," ungkap Kompany.
"Kami berada di banyak posisi berbahaya, tetapi tepat pada saat kami akan melakukan umpan silang atau memainkan bola terakhir, PSG bertahan dengan sangat baik."
"Butuh waktu lama bagi kami. Skor menjadi 1-1. Tentu saja, kita harus menyebutkan keputusan-keputusan yang diambil," lanjutnya.
Sorotan terhadap Keputusan Wasit
Jalannya pertandingan juga diwarnai ketegangan terkait kepemimpinan wasit Joao Pedro Pinheiro.
Kompany menyoroti sejumlah insiden krusial, termasuk kontroversi keputsan wasit tidak menganggap handball Joao Neves.
Namun, ia tetap menegaskan rasa hormatnya kepada PSG dan memberikan ucapan selamat atas hasil tersebut.
"Jika kami memenangkan pertandingan ini, pertanyaannya adalah PSG tidak melakukan semua yang biasanya mereka lakukan," tegas pelatih berusia 40 tahun itu.
"Ada beberapa keputusan yang tidak kami sukai. Tapi kami sangat menghormati PSG dan mengucapkan selamat."
Terkait handball Konrad Laimer, Kompany merasa tidak melihat bukti yang kuat secara visual.
"Sebagai sebuah tim, Anda selalu harus bertanggung jawab, baik menang maupun kalah. Kami memiliki pendapat yang sangat berbeda tentang keputusan handball," ungkapnya.
"Kartu merah, tampaknya Konrad Laimer dianggap menyentuh bola dengan tangannya, tetapi saya tidak melihat gambar yang menunjukkannya."
"Mungkin ada, tetapi saya tidak melihatnya. Jika Anda melihat tim yang jelas lebih baik, Anda memiliki penglihatan yang lebih tajam daripada saya."
"Saya melihat dua tim yang seimbang berjuang sekeras mungkin. Keputusan wasit ini tidak dapat menentukan hasilnya," tutup pelatih kelahiran 10 April 1986 itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang