Sempat Tertinggal Menit ke-5, PSG Bangkit dan Jadi Raja Eropa

PSG juara Liga Champions 2025/26
PSG juara Liga Champions 2025/26

 Paris Saint-Germain (PSG) telah menegaskan status mereka sebagai penguasa sepak bola Eropa. Sempat tertinggal sejak menit kelima, klub asal Prancis itu menunjukkan mental juara untuk bangkit dan menaklukkan Arsenal dalam final Liga Champions yang berlangsung dramatis di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu 30 Mei 2026.

PSG akhirnya keluar sebagai juara setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu sebelum memenangkan adu penalti dengan skor 4-3. Kemenangan ini membuat skuad asuhan Luis Enrique sukses mempertahankan gelar Liga Champions sekaligus meraih trofi kedua mereka di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertandingan berjalan tidak mudah bagi PSG. Arsenal yang datang dengan status juara Liga Inggris langsung memberikan kejutan saat laga baru berjalan lima menit. Kai Havertz berhasil memanfaatkan kesalahan di lini belakang PSG dan menaklukkan Matvey Safonov untuk membawa The Gunners unggul 1-0.

Gol cepat tersebut membuat Arsenal berada di atas angin. Bahkan secara statistik, tim yang mencetak gol pertama selalu memenangkan 11 final Liga Champions terakhir. Namun, PSG menolak menyerah.

Tim asal Paris itu mulai mengambil alih penguasaan bola dan berusaha mencari celah di pertahanan Arsenal. Fabian Ruiz, Ousmane Dembélé, hingga Désiré Doué silih berganti menciptakan peluang, tetapi belum mampu menaklukkan David Raya yang tampil solid di bawah mistar gawang Arsenal.

Arsenal sendiri hampir menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Beruntung bagi PSG, kapten tim Marquinhos melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas Havertz.

Memasuki babak kedua, PSG tampil jauh lebih agresif. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak penalti.

Ousmane Dembélé yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Penyerang asal Prancis itu mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang dan membuat skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-65.

Gol tersebut menjadi titik balik permainan. PSG semakin percaya diri dan terus menggempur pertahanan Arsenal. Kvaratskhelia sempat membuat publik Paris menahan napas ketika tembakannya membentur tiang gawang pada menit ke-77.

Sejumlah peluang lain juga tercipta melalui Marquinhos, Bradley Barcola, dan Vitinha. Namun, hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap gagal menemukan gol kemenangan.

Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu selama 30 menit. Intensitas permainan tetap tinggi, tetapi baik PSG maupun Arsenal tidak mampu memecahkan kebuntuan.

Nasib juara akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam momen penuh tekanan tersebut, para pemain PSG tampil lebih tenang. Mereka berhasil menuntaskan tugas dengan baik dan memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan ini menjadi bukti ketangguhan mental PSG. Sempat tertinggal sejak awal laga dan menghadapi Arsenal yang tampil disiplin sepanjang pertandingan, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk mempertahankan mahkota Eropa.

Luis Enrique pun kembali mencatatkan namanya dalam sejarah klub. Di bawah arahannya, PSG tidak hanya mempertahankan gelar Liga Champions, tetapi juga semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa saat ini.