Tembok Baja Arsenal Diuji PSG di Final Liga Champions, Arteta Andalkan Mental Juara

Arsenal manager Mikel Arteta
Arsenal manager Mikel Arteta

 Arsenal akan menghadapi ujian terbesar mereka musim ini saat bentrok melawan Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2026, Minggu dini hari WIB. Setelah sukses mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris, pasukan Mikel Arteta kini memburu pencapaian yang lebih besar: menaklukkan Eropa.

Laga puncak di Budapest dipastikan berlangsung panas. PSG datang dengan status salah satu tim paling menakutkan di Eropa musim ini. Permainan cepat, agresif, dan penuh kreativitas dari tim asuhan Luis Enrique membuat mereka tampil dominan sepanjang kompetisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun Arsenal bukan lagi tim yang mudah goyah seperti beberapa musim lalu. Arteta perlahan membangun fondasi kuat yang kini menjadi identitas utama The Gunners: pertahanan kokoh dan mental juara.

Di bawah mistar, David Raya tampil luar biasa sepanjang perjalanan Arsenal menuju final. Kiper asal Spanyol itu menjadi sosok penting di balik sembilan clean sheet yang diraih Arsenal selama fase knockout hingga laga puncak.

Arsenal vs PSG

Keputusan Arteta mendatangkan Raya sempat dipertanyakan pada awal kedatangannya. Namun kini, sang pelatih merasa langkah tersebut menjadi bagian penting dari transformasi Arsenal menjadi kandidat juara Eropa.

Kekuatan Arsenal semakin lengkap dengan duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan. Saliba menghadirkan ketenangan serta kemampuan membaca permainan, sedangkan Gabriel tampil agresif dan kuat dalam duel fisik maupun bola udara.

Bek asal Brasil itu bahkan menjadi penyelamat Arsenal saat semifinal. Intervensi krusial Gabriel sukses menggagalkan peluang Giuliano Simeone yang nyaris menyamakan kedudukan untuk Atletico Madrid.

“Dalam pertandingan besar selalu ada momen ajaib yang harus diciptakan seseorang, dan Gabriel kembali melakukannya,” kata Arteta dikutip Reuters.

Tidak hanya bertahan, Arsenal juga punya mesin tempur di lini tengah bernama Declan Rice. Gelandang timnas Inggris itu menjadi nyawa permainan The Gunners musim ini.

Rice dikenal memiliki stamina luar biasa, kemampuan memutus serangan lawan, hingga akurasi bola mati yang sering menjadi pembeda. Nilai transfernya yang mencapai 105 juta poundsterling kini terasa sepadan dengan kontribusi yang ia berikan.

Musim ini Rice hampir tak pernah absen. Ia menjadi salah satu pemain dengan menit bermain terbanyak di skuad Arsenal.

“Ini final, apa pun bisa terjadi. Kami akan siap. Kami ingin meraih dua gelar musim ini,” ujar Rice.

Di lini depan, Viktor Gyokeres diprediksi menjadi andalan Arsenal untuk membongkar pertahanan PSG. Meski jumlah golnya di Liga Champions belum sebanyak bintang PSG Khvicha Kvaratskhelia, peran Gyokeres dalam sistem permainan Arsenal sangat vital.

Striker asal Swedia itu menjadi pemain pertama yang memulai tekanan tinggi kepada lawan. Intensitas pressing Arsenal bahkan mendapat pujian langsung dari Luis Enrique.

Pelatih PSG itu menyebut Arsenal sebagai “tim terbaik di dunia tanpa bola” karena disiplin dan agresivitas mereka saat menekan lawan.

Legenda Arsenal, Arsene Wenger, juga melihat perubahan besar dalam karakter permainan mantan klubnya. Jika dahulu Arsenal identik dengan permainan indah namun rapuh di belakang, kini mereka justru dikenal karena organisasi pertahanan yang sangat disiplin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kekuatan utama Arsenal sekarang adalah kemampuan mereka menjaga clean sheet. Dalam pertandingan final, itu sangat penting,” ujar Wenger kepada UEFA.

Jadwal Final Liga Champions antara PSG vs Arsenal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB