Beda dengan Enrique, Bintang PSG Anggap Duel Lawan Arsenal di UCL Itu Sulit
Paris Saint-Germain (PSG) akan menghadapi Arsenal pada final Liga Champions 2025-2026.
PSG dan Arsenal melaju ke final UCL 2025-2026 setelah menyingkirkan Bayern Muenchen dan Atletico Madrid di semifinal.
Pertemuan ini juga menjadi ulangan semifinal musim lalu. Saat itu PSG tampil lebih baik dan menang agregat 3-1 atas Arsenal.
Namun, kondisi Arsenal saat ini berbeda dibanding musim lalu. Tim asuhan Mikel Arteta tampil konsisten sepanjang Liga Champions musim ini dan belum pernah kalah hingga final.
Arsenal juga memiliki pertahanan solid dengan catatan baru kebobolan enam gol dari 14 pertandingan.
Di sisi lain, PSG menjadi tim paling produktif dengan torehan 44 gol dari 16 laga.
Kvaratskhelia Akui Arsenal Lawan Berat
Pelatih PSG, Luis Enrique, merasa percaya diri dapat memenangkan gelar UCL saat melawan Arsenal.
"Apakah saya percaya kita bisa memenangkan final? Ya," kata Luis Enrique dikutip dari ESPN, Kamis (7/5/2026).
"Apakah Anda ingat apa yang saya katakan setelah babak penyisihan grup? Saya bilang saya tidak melihat tim mana pun yang lebih baik dari kami."
Di sisi lain, winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia, justru mengakui Arsenal akan menjadi lawan sulit di final nanti.
Meski demikian, pemain asal Georgia itu memastikan PSG siap menghadapi tekanan pertandingan besar tersebut.
Penyerang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, merayakan gol pada laga leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Muenchen di Parc des Princes di Paris pada 28 April 2026.
"Saya sangat senang bisa lolos ke final. Kami tahu pertandingan melawan Arsenal akan sulit," ujarnya.
Kvaratskhelia mengatakan keberhasilan PSG mencapai final kembali menjadi pencapaian penting bagi klub.
Ia juga menegaskan seluruh pemain ingin kembali membawa pulang trofi Liga Champions.
"Kami sangat bangga telah melakukannya lagi. Kami harus siap untuk final. Ini adalah pertandingan terbaik dan kami akan memberikan segalanya untuk klub ini," lanjutnya.
Pemain berusia 25 tahun itu juga menyebut PSG tidak terlalu memikirkan reputasi lawan.
Fokus utama tim adalah memainkan gaya sepak bola mereka sendiri di partai final.
PSG Bidik Gelar Kedua Beruntun
PSG datang ke final dengan status juara bertahan. Musim lalu klub asal Prancis tersebut sukses meraih gelar Liga Champions pertama usai mengalahkan Inter Milan 5-0 di final.
Kini Les Parisiens berpeluang mencatat gelar kedua secara beruntun jika mampu mengalahkan Arsenal.
Kvaratskhelia memastikan PSG akan mempersiapkan diri semaksimal mungkin menghadapi laga tersebut.
Meski Arsenal dikenal punya lini belakang kuat, ia menegaskan timnya tetap percaya diri.
"Bagi kami, yang terpenting adalah memainkan sepak bola kami. Kami tidak peduli siapa lawannya."
"Kami akan mempersiapkan diri dan memberikan yang terbaik di lapangan."
"Ini akan sulit, ini final Liga Champions, kami hanya perlu pergi ke sana dan menikmati momen ini," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang