Sejarah Tercipta! PSG Segel Juara Back-to-Back Liga Champions Usai Jinakkan Arsenal
Paris Saint-Germain (PSG) sukses mencetak sejarah baru di panggung tertinggi sepak bola Eropa dengan keluar sebagai juara Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun. Status juara bertahan tersebut dipastikan setelah mengandaskan perlawanan ketat tim debutan final, Arsenal, lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3, menyusul hasil imbang 1-1 selama 120 menit di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Minggu.
Kemenangan back-to-back ini semakin menegaskan posisi Les Parisiens sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola modern Eropa. Kendati demikian, armada Paris harus berjuang ekstra keras setelah dikejutkan oleh gol cepat The Gunners di awal babak pertama.
Sengatan Cepat Arsenal di Awal Laga
Pertandingan baru berjalan lima menit ketika publik Puskas Arena bergemuruh oleh gol pembuka Arsenal. Berawal dari upaya sapuan kapten PSG, Marquinhos, bola justru membentur badan Leandro Trossard dan bergulir liar ke jalur pergerakan Kai Havertz. Penyerang asal Jerman tersebut langsung melakukan aksi individu menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal dibendung oleh penjaga gawang PSG, Matvey Safonov. Arsenal memimpin cepat 1-0.
Tertinggal satu gol memaksa PSG keluar menyerang dan mengambil alih kendali permainan. Menit ke-13, Fabian Ruiz mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan matang dari gelandang muda Desire Doue, namun sepakan terukurnya masih melenceng tipis di sisi gawang David Raya.
Arsenal tak tinggal diam dan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-26. Bukayo Saka melepaskan umpan silang akurat yang mengarah tajam ke Leandro Trossard, tetapi Safonov dengan sigap keluar dari sarangnya untuk memotong aliran bola sebelum dieksekusi menjadi gol.
Menjelang turun minum, PSG terus menggempur lini pertahanan wakil Inggris tersebut. Ousmane Dembele sempat melepaskan tembakan roket pada menit ke-37, namun bola berhasil diblok dengan heroik oleh Gabriel Magalhaes. Rentetan percobaan dari Dembele, Desire Doue, hingga Fabian Ruiz di penghujung babak pertama tetap gagal menembus ketatnya tembok pertahanan David Raya. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal bertahan hingga jeda.
Kebangkitan Les Parisiens Lewat Penalti Dembele
Memasuki paruh kedua, PSG tampil jauh lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Bek kanan Achraf Hakimi sempat mengancam lewat eksekusi tendangan bebas melengkung pada menit ke-55, tetapi David Raya kembali melakukan penyelamatan gemilang.
Momentum krusial bagi kebangkitan PSG akhirnya tiba pada menit ke-62. Penyerang sayap Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan secara paksa oleh Cristhian Mosquera di dalam kotak terlarang saat hendak menyambut umpan silang Dembele. Setelah melakukan peninjauan dan mendapat konfirmasi dari Video Assistant Referee (VAR), wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan sangat dingin. Peraih Ballon d'Or 2025 itu mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang, mengecoh David Raya yang bergerak ke arah sebaliknya. Skor berubah menjadi imbang 1-1 pada menit ke-64.
Gol penyama kedudukan tersebut mendongkrak rasa percaya diri anak-anak Paris. Gelandang Vitinha mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh di menit ke-73. Empat menit berselang, giliran Kvaratskhelia yang hampir membawa PSG berbalik unggul, andai saja tembakan melengkungnya tidak membentur tiang gawang.
Merespons tekanan bertubi-tubi, manajer Arsenal melakukan penyegaran massal dengan memasukkan Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, hingga Noni Madueke. Namun, kedisiplinan taktik kedua tim membuat skor 1-1 tetap bertahan hingga 90 menit waktu normal usai.
Ketegangan Babak Tambahan dan Drama Tos-tosan
Babak tambahan waktu berjalan dengan tensi tinggi namun minim peluang bersih karena kedua tim bermain lebih berhati-hati. David Raya beberapa kali harus jatuh bangun meredam skema serangan balik cepat PSG. Di sisi lain, Arsenal sempat mengancam lewat tusukan Jurrien Timber dari sudut sempit, namun bola sepakannya masih melebar dari sasaran. Tanpa ada gol tambahan dalam 2x15 menit, penentuan penguasa tertinggi Eropa terpaksa berlanjut ke babak adu penalti.
Dalam fase krusial ini, mentalitas juara berbicara. PSG tampil jauh lebih tenang dalam babak tos-tosan. Empat eksekutor mereka, yakni Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo, sukses menuntaskan tugas dengan sempurna, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal menjaringkan bola.
Di kubu Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil menaklukkan Safonov. Malapetaka datang bagi Arsenal ketika eksekusi Eberechi Eze melambung, dan puncaknya, tendangan Gabriel Magalhaes sebagai penendang terakhir gagal mengarah ke gawang.
Kegagalan Gabriel memastikan kemenangan adu penalti 4-3 untuk PSG, sekaligus mengunci gelar juara Liga Champions dua musim beruntun bagi raksasa Paris tersebut.
Susunan Pemain Kedua Tim:
PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele (Goncalo Ramos 90'), Khvicha Kvaratskhelia (Bradley Barcola 83')
Arsenal (4-3-3): David Raya; Cristhian Mosquera (Jurrien Timber 66'), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard (Viktor Gyokeres 66'), Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (Martin Zubimendi 91'); Bukayo Saka (Noni Madueke 83'), Kai Havertz (Eberechi Eze 91'), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83')