IHSG Parkir di Bawah Garis Datar Ditekan The Fed, 3 Saham Tetap Cerah Penutupan Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkurng di zona merah hingga penutupan perdagangan jelang akhir pekan, Jumat, 21 November 2025. IHSG melemah 0,07 persen ke level 8.414 atau berada di bawah sedikit garis datar.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, pergerkan IHSG berada di rentang area 8.361 hingga 8.432. Indeks domestik sempat menguat ke zona hijau di awal perdagangan, namun perlahan merosot jauh bahkan lonjakan sekitar 45 poin mendekati penutupan bursa tidak mampu mendorong IHSG kembali ke area positif.
Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp 14,74 triliun. Frekuensi transaksi sebanyak 1,94 juta kali.
Penurunan indeks domestik tertekan koreksi sektor keuangan sebesar 0,61 persen dan sektor transportasi sebesar 0,60 poin. Sektor infrastruktur melemah 0,58 persen, sektor non-siklikal anjlok 0,49 persen dan sektor energi menyusut 0,29 persen.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Sebaliknya, sektor teknologi melesat 2,72 persen. Kenaikan disusul sektor industri sebesar 0,85 persen, sektor bahan baku (basic materials) melambung 0,65 persen, sektor non-sikikal melonjak 0,66 persen, sektor properti naik 0,58 persen, dan sektor kesehatan meningkat 0,40 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti penurunan IHSG ini turut dipicu melemahnya indeks bursa global dan regional di tengah sentimen negatif tekanan jual saham sektor teknologi dan memudarnya ekspektasi akan penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember 2025. Mayoritas indeks di bursa Asia maupun di Eropa ditutup merah.
Meski IHSG terpuruk di hari terakhir perdagangan pada minggu ketiga November 2025, namun indeks domestik membukukan lonjakan 0,52 persen selama sepekan.
Secara teknikal, MACD membentuk Death Cross dan Stoachastic RSI berada di area pivot. IHSG ditutup di bawah level MA5.
Mengutip data Phintraco Sekuritas, beberapa saham berhasil mencatat penguatan di tengah sentimen negatif dari global. Berikut tiga saham yang memuncaki jajaran 45 saham unggulan.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Saham EMTK mencetak lompatan harga sebesar 8,62 persen atau 100 poin dan ditutup menjadi 1.260.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Saham GOTO melesat 6,67 persen atau 4 poin ke level 64.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA menyusul lonjakan sebesar 5,56 persen atau 20 poin hingga terdorong ke area 380.