IHSG Sesi I Ditutup Datar Setelah Terguncang, Cek 3 Saham Kinclong di Puncak LQ45
Selanjutnya, IHSG langsung menguat (rebound) ke level 8.896 dan lagi-lagi terkoreksi tipis. Kondisi ini mirip dengan pergerakan indeks domestik jelang penutupan perdagangan sesi kedua Senin, 12 Januari 2025, di mana IHSG anjlok hingga 100 poin.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Penurunan terbesar dicatatkan sektor konsumer siklikal sebesar 1,90 persen. Sektor energi merosot 1,18 persen, sektor transportasi melemah 0,66 persen, sektor infrastruktur menyusut 0,21 persen dan sektor teknologi turun tipis 0,08 persen.
Sebaliknya, sektor industri membukukan lonjakan tertinggi sebesar 2,53 persen. Kenaikan pesat juga dicetak sektor bahan baku sebesar 1,02 persen, sektor konsumer non-siklikal melonjak 0,65 persen, sektor properti meningkat 0,42 persen,sektor keuangan naik 0,33 persen dan sektor kesehatan naik 0,33 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat secara teknikal adanya pembentukan histogram positif pada MACD terus mengecil. Indikator stochastic RSI membentuk death cross di overbought area.
Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp17,77 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi sebanyak 2,36 juta.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah menuju level 8875-8850 pada perdagangan sesi kedua," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian pada Selasa, 13 Januari 2026.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten saham yang membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut:
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Saham MBMA melonjak 9,23 persen atau 60 poin menjadi 710.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Saham ADRO menguat 7,44 persen atau 160 poin ke level 2.310.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham MDKA meningkat 5,88 persen atau 170 poin hingga menembus area 3.060.