IHSG Dibuka Melemah seiring Lesunya Bursa Asia saat Wall Street Menguat

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka melemah 33 poin atau 0,43 persen di level 7.888 pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Februari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi untuk teknikal rebound dan potensi tes resist kuat di 8.050," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 3 Februari 2026.

IHSG

Bursa Asia kompak turun pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,25 persen, Hang Seng Hong Kong menurun 2,23 persen, Taiex Taiwan melemah 1,37 persen, Kospi Korea Selatan anjlok 5,26 persen, ASX 200 Australia turun 1,02 persen. Sementara itu, Straits Times turun 0,26 persen sedangkan FTSE Malaysia libur hari bursa.

Pasar tengah mencermati rilis laporan pendapatan perusahaan, pertemuan bank sentral, dan rilis data ekonomi utama di Jepang Di sisi lain, partai Demokrat Liberal, Perdana Menteri Sanae Takaichi, kemungkinan akan meraih kemenangan telak dalam pemilihan majelis rendah minggu depan..

Kemenangan seperti itu kemungkinan akan mempermudah penerapan kebijakan stimulus yang agresif, sekaligus mengurangi ketidakpastian politik secara umum. Pengeluaran yang didanai utang lebih banyak dapat menekan obligasi dan Yen, dengan Takaichi membicarakan manfaat mata uang yang melemah untuk ekspor. 

"Support IHSG berada di level 7.780-7.850 sementara resist IHSG di rentang 8.000-8.050," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin, mengawali awal bulan dengan sentimen positif. Indeks Dow Jones melonjak 1,05 persen, S&P 500 naik 0,54 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,56 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguatan Wall Street terjadi di tengah tekanan signifikan pada aset berisiko. Bitcoin sempat merosot ke bawah US$80.000 untuk pertama kalinya sejak April.

Selain itu, harga perak anjlok sekitar 30 persen pada Jumat lalu. Namun, tekanan di pasar komoditas mulai mereda pada perdagangan Senin, dimana Bitcoin, emas, dan perak rebound, sehingga menopang sentimen risk-off pada pasar saham.