Bursa Asia Bergejolak saat Emas Naik 3 Persen, Investor Global Pantau IHSG Usai Guncangan MSCI
Harga emas spot naik lebih dari 3 persen. Sehingga untuk pertama kalinya, logam mulia ini menembus level US$5.500 atau Rp 92 juta (estimasi kurs Rp 16.730 per dolar AS) per ons.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, naik 0,18 persen. Indeks Topix merosot 0,57 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 1,09 persen. Kenaikan lebih tinggi dicatatkan indeks yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, yang menguat sebesar 2,69 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,69 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada turun ke level 27.565, dari posisi sebelumnya di area 27.826,91.
Ilustrasi Ekonomi dan Investasi
Investor global mengamati pergerkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHS) setelah anjlok lebih dari 8 persen pada Rabu, 28 Januari 2026. Koreksi imbas Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan pengaturan ulang (rebalancing) indeks saham yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menyusul pengumuman MSCI, Goldman Sachs turut menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight mempertimbangkan ekspektasi akan adanya aksi jual pasif lebih lanjut. Para ahli strategi bank Goldman Sachs menganggap perkembangan ini sebagai hambatan yang akan menahan kinerja pasar.
Di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, indeks S&P 500 sempat mencapai level 7.000 untuk pertama kalinya. Namun, indeks acuan ini ditutup terkoreksi 0,01 persen setelah The Fed menahan suku bunga acuannya.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,02 persen ke level 49.015,60. Nasdaq Composite melambung 0,17 persen menjadi 23.857,45.