IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street dan Berpotensi Rebound, Bursa Asia Variatif

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 52 poin atau 0,75 persen di level 7.074 pada pembukaan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi rebound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 17 Maret 2026.

IHSG

Dia mengatakan, bursa saham Asia beragam pada Senin kemarin, seiring ketegangan di Teluk Persia yang membuat harga minyak tetap tinggi.

Kenaikan energi tersebut menambah tekanan pada inflasi global, mempersulit bank sentral untuk mengambil kebijakan baru minggu ini, kecuali kemungkinan kenaikan suku bunga tunggal.

Indeks Nikkei Jepang turun 0,13 persen, dan Topix melemah 0,50 persen. Sementara indeks Kospi Korea Selatan meningkat 1,14 persen, sedangkan Kosdaq menurun 1,27 persen.

Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 1,45 persen, Taiex Taiwan turun 0,17 persen, dan ASX 200 Australia melemah 0,39 persen.

Di sisi lain, pejabat tinggi AS dan China juga bertemu di Paris untuk membahas potensi kesepakatan di sektor pertanian, mineral kritis, dan perdagangan terkelola, yang nantinya akan menjadi pertimbangan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping saat kunjungan AS ke Beijing. 

Di bank sentral lain, sebagian besar diperkirakan akan menahan suku bunga, kecuali Reserve Bank of Australia yang kemungkinan menaikkan 0,25 poin menjadi 4,1 persen untuk menahan inflasi domestik.

"Support IHSG berada di level 6.950-7.000 sementara resist IHSG di rentang 7.080-7.130," ujarnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Sentimen pasar disebabkan oleh pelemahan harga minyak di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah.

Indeks S&P 500 naik 1,01 persen, Nasdaq menguat 1,22 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,83 persen. Kenaikan pasar dipimpin oleh saham-saham teknologi, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan AI.