IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah
IHSG dibuka anjlok 108 poin atau 1,94 persen di level 5.486 pada pembukaan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi tes support di 5.450-5.500, dan jika kuat di support tersebut IHSG berpotensi rebound," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 8 Juni 2026.
IHSG
Dia mengatakan, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,31 persen, dan Topix turun tipis 0,07 persen.
Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen, Taiex Taiwan turun 1,33 persen dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,70 persen.
Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq memimpin penurunan dimana masing-masing anjlok sebesar 5,54 persen dan 4,51 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times juga melemah 0,35 persen, sedangkan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,60 persen.
Pelemahan Korea Selatan memimpin di kawasan tersebut, dan mengikuti penurunan saham teknologi Wall Street sebelumnya dengan saham-saham besar Samsung dan SK Hynix masing-masing anjlok 13,9 dan 9,9 persen.
"Support IHSG berada di level 5.450-5.500 sementara resist IHSG di rentang 5.680-5.800," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Jumat pekan lalu, setelah aksi jual besar-besaran menghantam saham-saham semikonduktor dan teknologi.
Indeks Nasdaq Composite turun 4,18 persen, S&P 500 melemah 2,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 1,35 persen. Di sisi emiten, saham Broadcom turun hampir 8 persen, Marvell Technology turun lebih dari 16 persen, dan Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 11 persen.