IHSG Dibuka Melemah, Mayoritas Bursa Asia Menguat dan Wall Street Lesu Imbas Situasi TimTeng

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka melemah 21 poin atau 0,36 persen di level 5.919 pada pembukaan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi tes resistance di 6.000. Jika gagal break di 6.000, potensi kembali koreksi dengan target 5.500-5.600," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 4 Juni 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Dia mengatakan, mayoritas bursa Asia naik pada perdagangan Rabu kemarin, seiring investor yang tampak mengabaikan ketidakpastian terkait negosiasi AS dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Selain itu, sentimen masih dibayangi meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan, Iran telah menempatkan ranjau di sebagian besar wilayah Selat Hormuz, serta melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di jalur pelayaran tersebut.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,50 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,56 persen, Taiex Taiwan melesat 1,98 persen, dan ASX 200 Australia naik 0,70 persen.

Sementara itu, Straits Times menguat 0,80 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,61 persen. Sedangkan, bursa Korea Selatan tutup karena libur nasional. Di sisi lain, Jepang menunggu pidato Gubernur BoJ Kazuo Ueda, untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga.

"Support IHSG berada di level 5.775-5.850 sementara resist IHSG di rentang 6.000-6.100," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Wall Street melemah dari rekor tertinggi karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan kenaikan harga minyak mentah menyebabkan kekhawatiran inflasi dan meyakinkan investor untuk mengambil sebagian keuntungan.

Pada Rabu kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,21 persen, S&P 500 melemah 0,74 persen, Nasdaq Composite berkurang 0,89 persen, namun Meta Platforms naik 4,2 persen. Selain itu, Marvell, Intel, Qualcomm, dan Sandisk naik sekitar 3,7 dan 6,7 persen. Sedangkan saham Broadcom turun 4,5 persen setelah melaporkan hasil keuangan.