Bursa Asia Sumringah saat Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Harapan Damai AS-Iran
Pejabat Gedung Putih yang meminta namanya dirahasiakan menyampaikan, putaran kedua negosiasi damai AS dan Iran sedang dibahas. Namun, belum ada jadwal resmi kapan kedua pihak akan berunding.
“Kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” kata Presiden AS, Donald Trump, pada Senin, 13 April 2026.
Harapan tercapainya kesepatan damai ini memicu koreksi harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebesar 0,32 persen menjadi US$90,69 per barel pada pukul 20:00 ET. Begitu pula minyak acuan internasional, Brent, anjlok 0,28 persen menjadi US$94,52 per barel.
Ilustrasi minyak mentah.
Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan naik hampir 3 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham perusahaan berkapitalisasi kecil menguat 1,65 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melambung 0,72 persen. Sementara itu, indeks Topix melesat 0,87 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 meningkat 0,42 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada merangkak ke level 26.145, dari posisi sebelumnya di area 25.872,32.
Perdagangan di Wall Street turut diwarnai penguatan. Indeks S&P 500 melesat 1,18 persen hingga mendekati titik tertinggi sepanjang masa di angka 7.002,28 yang dicapai pada 28 Januari 2026.
Nasdaq Composite membukukan lonjakan sebesar 1,96 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 317,74 poin atau 0,66 persen.