IHSG Dibuka Melemah, Bursa Asia & Wall Street Menguat Imbas Sentimen Positif Perundingan Iran-AS

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka melemah 14 poin atau 0,24 persen di level 6.191 pada pembukaan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi terkoreksi hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 26 Mei 2026.

IHSG

Dia mengatakan, Bursa Asia kompak naik pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 2,87 persen dan Topix naik 1,29 persen.

Sementara itu, Taiex Taiwan melonjak 3,26 persen, CSI 300 China meningkat 1,58 persen, dan ASX 200 Australia menguat 0,40 persen. Selain itu, Straits Times bertambah 0,05 persen dan FTSE Malaysia berkurang 0,24 persen.

Penguatan Bursa Asia terjadi setelah pejabat AS mengisyaratkan adanya kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, meskipun negosiasi mengenai poin-poin utama masih berlanjut dan persetujuan akhir masih butuh waktu beberapa hari lagi.

"Support IHSG berada di level 6.060-6.170 sementara resist IHSG di rentang 6.250-6.270," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street libur pada Senin kemarin, untuk memperingati hari libur nasional Memorial Day. Jumat pekan lalu, indeks saham Wall Street ditutup naik, didorong meredanya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen, S&P 500 menguat 0,37 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,19 persen. Harapan pasar terhadap potensi meredanya konflik AS-Iran ikut mendorong sentimen positif.

Reuters melaporkan, tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS, guna membantu tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Di sisi lain, harga minyak Brent naik 0,9 persen (US$103,54/bbl), sedangkan WTI menguat sekitar 0,3 persen (US$96,60/bbl).