Bursa Asia Dibuka Beragam saat Sinyal Damai AS-Iran Masih Samar
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS. Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu akan menolak tawaran gencatan senjata AS dan telah menguraikan sejumlah persyaratan.
Ahli Strategi Valuta Asing dan Suku Bunga Global di Macquarie Group, Thierry Wizman, menuturkan gencatan senjata belum akan terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, saat ini perang memasuki fase ketiga, yaitu ‘berbicara dan bertempur,’ bukan hanya berbicara saja, atau hanya bertempur saja.
“Intensifikasi aksi militer oleh AS dalam upaya mendorong Iran untuk membuat konsesi penting kemungkinan akan terjadi dalam dua minggu ke depan, sebelum operasi tempur besar berhasil, mungkin pada pertengahan April,” kata Wizman dikutip dari CNBC Internasional, Kamis, 26 Maret 2026.
Ilustrasi perang Iran vs Israel
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,28 persen. Indeks Topix ikut membukukan penguatan sebesar 0,43 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 1,55 persen. Sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil hampir tidak berubah.
Indeks S&P/ASX 200 Australia juga dibuka datar. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka meningkat ke level 25.268 dari posisi sebelumnya di area 25.335,95.
Sementara itu, bursa AS ditutup kinclong. Indeks S&P 500 melesat 0,54 persen menjadi 6.591,90.
Nasdaq Composite melonjak 0,77 persen ke level 21.929,83. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin atau 0,66 persen ke posisi 46.429,49.