Bursa Asia Kinclong saat Konflik AS-Venezuela Semakin Memanas
Otoritas negara Paman Sam di bawah komando Presiden AS Donald Trump melalukan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istri. Penggulingan pemimpin negara kaya minyak ini menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak pesat.
Namun, investor 'bertaruh' bahwa serangan AS tidak akan menyebabkan konflik geopolitik yang lebih luas. Di satu sisi, sejumlah indeks acuan di kawasan Asia sumringah setelah kejadian tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melesat 1,12 persen. Indeks Topix melonjak 1,48 persen higga mencapai ke level tertinggi sepanjang masa.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,85 persen. Kenaikan juga terlihat pada indeks Kospi yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil yang mencatat penguatan tipis 0,09 persen.
Indeks acuan Australia menjadi anomali. Indeks ASX/S&P 200 Australia merosot 0,42 persen.
saham di bursa AS, Wall Street, sumringah bahkan setelah serangan AS terhadap Venezuela. Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 594,79 poin atau 1,23 persen menjadi 48.977,18 yang merupakan rekor tertinggi baru sepanjang masa dalam sesi perdagangan ini.
Indeks S&P 500 menguat 0,64 persen ke level 6.902,05. Nasdaq Composite membukukan lompatan harga sebesar 0,69 persen dan ditutup pada posisi 23.395,82.