IHSG Dibuka Merah saat Bursa Asia Menguat usai Fluktuasi Tajam Emas dan Perak

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka melemah 12 poin atau 0,15 persen di level 8.110 pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 Februari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi sideways atau mendatar pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 4 Februari 2026.

IHSG

Bursa Asia kompak menghijau pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,92 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,22 persen, Taiex Taiwan menguat 1,81 persen, Kospi Korea Selatan meningkat 6,84 persen, dan ASX 200 Australia naik 0,89 persen.

Sementara itu, Straits Times menguat 1,11 persen, dan FTSE Malaysia naik 0,32 persen. Bursa Asia rebound karena pasar mulai stabil, setelah fluktuasi tajam pada komoditas emas dan perak yang memicu penguatan di seluruh aset.

Selain itu, kenaikan permintaan membuat aktivitas pabrik di AS membaik, sehingga memberikan sinyal positif bagi perekomian dan keuntungan perusahaan.

Di sisi lain, Bank sentral Australia menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi yang dinilai menguat dari perkiraan dan inflasi yang diperkirakan akan bertahan di atas target dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam keputusan kebijakan yang diumumkan Selasa kemarin, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,85 persen.

"Support IHSG berada di level 7.900-8.000 sementara resist IHSG di rentang 8.175-8.300," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada Selasa kemarin, seiring aksi rotasi investor keluar dari saham teknologi menuju sektor-sektor yang dinilai lebih diuntungkan oleh perbaikan ekonomi.

Indeks S&P 500 turun 0,84 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 0,34 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,43 persen. Di sisi lain, mayoritas saham kelompok ‘Magnificent Seven’ yang telah merilis laporan keuangan bergerak di zona merah. Saham Microsoft dan Meta Platforms masing-masing turun lebih dari 2 persen, sedangkan Apple melemah tipis.