Efisiensi Pengelolaan Keuangan Jadi Kunci Keberlanjutan BPJS Kesehatan, Ini Alasannya
Penguatan sistem jaminan kesehatan nasional dinilai sangat penting supaya bisa semakin efisien, kredibel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bermutu dan berkeadilan.
Direktur PT Sansekerta Consulting Group, Atik Heru Maryanti mengaku, pihaknya sangat memahami secara mendalam dinamika kelembagaan dan tantangan keberlanjutan sistem jaminan sosial kesehatan di Indonesia.
Sebagai salah satu tokoh yang mempersiapkan transformasi PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan pada tahun 2014, Atik menilai BPJS Kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Transformasi Kesehatan Nasional.
BPJS Kesehatan dorong kolaborasi menuju Indonesia sehat
Karenanya, dengan pengalaman panjang di sektor kesehatan, tata kelola korporasi, serta latar belakang kuat sebagai seorang akuntan profesional, Dia mengaku sangat memahami aspek costing, budgeting, financing, serta problem solving keuangan dan tata kelola kelembagaan pemerintah.
"Pengelolaan keuangan yang efisien dan berintegritas menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Atik dalam keterangannya, Sabtu, 15 November 2025.
Menurut Atik, ke depannya BPJS Kesehatan harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang lebih cost-effective, kredibel, dan akuntabel, namun tetap memberikan mutu pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Efisiensi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
BPJS kesehatan
Atik juga menekankan pentingnya penerapan kendali mutu dan kendali biaya, serta penghitungan unit cost yang akurat di setiap fasilitas kesehatan untuk menjaga keseimbangan antara mutu pelayanan dan keberlanjutan finansial.
“Ke depan, sangat penting bagi BPJS Kesehatan untuk memiliki program strategis dalam mencari alternatif-alternatif sumber pembiayaan yang dapat memperkuat ketahanan keuangan lembaga," kata Atik.
Dengan langkah ini, Atik meyakini bahwa cita-cita universal health coverage yang lebih merata dan berkeadilan dapat terwujud secara optimal.
"Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang menempatkan pembangunan manusia, ketahanan kesehatan nasional, dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama pembangunan nasional," ujarnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Atik Heru Maryanti diketahui pernah menjabat sebagai Komisaris PT Kimia Farma, Direktur RS BUMN Antam Medika, Tenaga Ahli atau Staf Ahli Menkes di Kementrian Kesehatan, Komisaris Utama di PT Sansekerta Medika Indonesia, Akademisi di UGM dan UI, serta kolaborator World Health Organization (WHO), Bank Dunia, hingga Asian Development Bank (ADB).