Serahkan Bonus SEA Games 2025, Presiden dan Menpora Ingatkan Soal Pengelolaan Keuangan

Presiden Prabowo, SEA Games 2025, Kemenpora, Erick Thohir, Serahkan Bonus SEA Games 2025, Presiden dan Menpora Ingatkan Soal Pengelolaan Keuangan

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berpesan kepada para atlet dan pelatih agar menggunakan bonus yang diberikan oleh Pemerintah dengan bijak untuk menata masa depan.

Pemerintah melalui Presiden Prabowo telah menyerahkan bonus SEA Games 2025 Thailand kepada para atlet dan pelatih peraih medali dengan total Rp 465,25 miliar yang menjadi nominal tertinggi dalam sejarah keikutsertaaan Indonesia di SEA Games.

Rinciannya Rp 1 miliar untuk atlet peraih medali emas tunggal, Rp 315 juta untuk peraih medali perak tunggal, Rp 157 juta untuk peraih medali perunggu tunggal, serta hitungan lainnya untuk di nomor ganda, beregu, dan para pelatih.

Penyerahan bonus dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026).

“Penghargaan yang kami berikan berupa uang ini maksudnya itu adalah untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan datang,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan resmi Kemenpora, Jumat (9/1/2026).

Presiden menegaskan, tabungan yang diberikan ini tentunya diharapkan bisa digunakan dengan bijak untuk keperluan yang baik. Apalagi banyak di antara atlet yang masih berusia muda.

“Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Gunakan untuk berbuat baik, tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu,” ucap Presiden Prabowo.

Sebagai contoh adalah pesan Presiden Indonesia ke-8 itu kepada atlet angkat besi Rizki Juniansyah. Lantaran masih lajang, Rizki bisa menggunakan bonus ini sebagai persiapan menikah dan membangun rumah.

“Buat yang lain juga ya, ditabung yang baik ya saudara-saudara,” kata Presiden Prabowo.

Bentuk Dukungan Pemerintah

Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyatakan, bonus ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk para atlet. 

Selanjutnya, Presiden juga memerintahkan untuk segera dipersiapkan perihal dana pensiun atlet dan pelatih.

Menpora juga berpesan agar para atlet dan pelatih memanfaatkan bonus ini dengan bijak dan mempertimbangkan masa depan.

Presiden Prabowo, SEA Games 2025, Kemenpora, Erick Thohir, Serahkan Bonus SEA Games 2025, Presiden dan Menpora Ingatkan Soal Pengelolaan Keuangan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama dengan para atlet peraih medali SEA Games 2025

“Karena memang ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, bahwa bonus yang negara berikan adalah sebagai amanah untuk masa depan mereka," kata Menpora Erick.

"Masa depan ini yang mereka harus jaga sehingga saya harapkan para atlet bisa menggunakan bonusnya dengan bijak, dengan penuh pertimbangan, tidak dihambur-hamburkan. Utamakan masa depan kalian."

"Untuk itu kami sudah berikan pembekalan literasi keuangan kepada para atlet dan pelatih, semoga mereka bisa melakukan sesuai dengan bimbingan yang telah kami berikan,” tutur Erick.

Apresiasi ke Pengurus Federasi

Dalam momen yang sama, Presiden dan Menpora juga mengucapkan terima kasihnya kepada para pengurus federasi cabang olahraga masing-masing. 

“Saya juga berterima kasih pada ketua cabor yang telah membina atlet dengan baik. Tanpa pembinaan yang baik, tidak mungkin bisa berprestasi,” ucap Presiden Prabowo.

Hal ini juga dipertegas oleh Erick yang menyaksikan bagaimana para ketua cabor hadir secara langsung ke Thailand untuk memberikan dukungan kepada para atletnya.

“Saya menyaksikan banyak pimpinan cabor yang hadir, yang menonton bersama-sama di final," kata Erick.

"Itulah yang Bapak Presiden tadi sampaikan, apresiasi kepada pimpinan cabor yang benar-benar peduli, hadir mendorong, sehingga atletnya bisa terus berprestasi,” jelas dia.

Para ketua cabor ini sendiri turut hadir dalam acara penyerahan simbolis bonus atlet dan pelatih SEA Games 2025.

Di antaranya Ketum PB Wushu Indonesia yang juga Menko Perekonomian Erlangga Hartarto, Ketum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Pembina Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang juga Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Ketum Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. 

Kemudian Ketum Ikatan Sport Sepeda Indonesia yang juga Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Arsjad Rasjid, Ketum PBSI Fadil Imran, Ketum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo, Ketum Modern Pentathlon Indonesia Purwoko Aji Prabowo, Ketum Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Velix Vernando Wanggai, Ketum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) Richard Tampubolon, dan Ketum Federasi Triathlon Indonesia Arman Van Kempen. 

Berikutnya Ketum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Trimedya Panjaitan, Ketum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) Saiful Sutan Aswar, Ketum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Hadi Tjahjanto, Ketum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar, Ketum Persatuan Tarung Campur Indonesia (Pertacami) Tommy Paulus Hermawan, hingga Ketum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang