Top 7+ Gebrakan Menkeu Purbaya, dari Kucuran Rp200 Triliun ke Himbara hingga Rencana Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan
Sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa langsung tancap gas dengan berbagai gebrakan. Ia dikenal tegas, reformis, dan tak segan mengambil kebijakan kontroversial untuk memperkuat fondasi fiskal dan keuangan negara.
Ada sejumlah kebijakan Purbaya cukup membuat publik dan pelaku keuangan heboh. Penasaran apa saja? Berikut tujuh gebrakan Menkeu Purbaya, sebagaimana dirangkum pada Jum'at, 7 November 2025.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
1. Pindahkan Dana SAL Rp200 Triliun
Langkah pertama yang dilakukan Purbaya adalah dengan memindahkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank BUMN. Tujuannya untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil agar ekonomi nasional tetap bergerak.
Purbaya menegaskan, dana tersebut tidak akan dibiarkan mengendap. Jika penyaluran kredit tidak optimal, pemerintah siap menarik kembali dana tersebut untuk diarahkan ke sektor yang lebih produktif.
2. Tolak Tax Amnesty dan Kejar Pengemplang Pajak
Purbaya dengan tegas menolak wacana program pengampunan pajak (tax amnesty) jilid III. Menurutnya, kebijakan seperti itu justru menciptakan budaya tidak jujur di kalangan wajib pajak. Sebagai gantinya, ia berfokus mengejar para penunggak pajak besar.
Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya telah menyiapkan daftar sekitar 200 pengemplang pajak yang akan ditindak untuk meningkatkan penerimaan negara hingga puluhan triliun rupiah.
3. Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Purbaya juga menaruh perhatian besar pada peredaran rokok ilegal yang merugikan negara. Ia menegaskan akan menindak keras produsen maupun pengimpor rokok ilegal yang merugikan penerimaan cukai. Bahkan, ia berencana menerapkan tarif cukai khusus untuk menertibkan produksi rokok ilegal dalam negeri dan mengarahkan pelaku usaha ke sistem resmi yang diawasi pemerintah.
4. Perangi Produk Tekstil Ilegal
Tak hanya rokok, Purbaya juga berkomitmen memberantas peredaran produk tekstil ilegal yang merusak industri dalam negeri. Ia menyoroti masuknya barang impor gelap seperti pakaian bekas dan tekstil nonresmi yang mengancam pabrik lokal.
Pemerintah kini memperketat pengawasan impor dan berupaya menutup celah praktik penyelundupan yang merugikan pelaku usaha nasional.
5. Luncurkan Program “Lapor Pak Purbaya”
Sebagai bentuk keterbukaan publik, Kementerian Keuangan di bawah Purbaya menghadirkan kanal pelaporan masyarakat bertajuk “Lapor Pak Purbaya”. Melalui inisiatif ini, warga bisa melapor langsung jika menemukan indikasi pelanggaran seperti penjualan rokok tanpa cukai atau penyalahgunaan dana publik.
6. Suntikan Anggaran Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan
Dalam sektor kesehatan, Purbaya menyetujui alokasi dana sebesar Rp20 triliun untuk membantu stabilitas keuangan BPJS Kesehatan. Dana tersebut digunakan untuk menutup defisit dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal. Ia juga meminta BPJS memperbaiki manajemen dan sistem informasi agar kebocoran dana bisa diminimalkan.
7. Rencana Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan
Gebrakan yang baru-baru ini disorot adalah rencana pemutihan atau penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta. Pemerintah menyiapkan mekanisme registrasi ulang agar peserta bisa kembali aktif tanpa menanggung utang lama.
Itu dia deretan gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa yang berhasil mencuri perhatian publik sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan. Mulai dari pemindahan dana SAL Rp200 triliun hingga rencana penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan.