BPJS Kesehatan Gandeng Raffi Ahmad, Strategi Baru Edukasi Kesehatan ke Generasi Muda
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tengah tantangan biaya pengobatan yang semakin besar, kehadiran jaminan kesehatan nasional menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan secara merata.
Namun, di balik tingginya jumlah peserta, edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan memahami manfaat kepesertaan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Melihat hal tersebut, BPJS Kesehatan mengambil langkah baru dengan menggandeng publik figur ternama, Raffi Ahmad, sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. Penunjukan ini diharapkan menjadi strategi efektif untuk mendekatkan edukasi kesehatan kepada generasi muda sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai semangat gotong royong dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Dr. dr. Prihati Pujowaskito, SpJP(K), FIHA, MMRS menjelaskan, kolaborasi dengan figur publik menjadi langkah penting agar pesan tentang jaminan kesehatan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang kini sangat dekat dengan dunia digital dan media sosial.
Menurutnya, BPJS Kesehatan berdiri di atas prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang membutuhkan layanan kesehatan. Nilai tersebut perlu terus disosialisasikan agar masyarakat tidak hanya melihat BPJS sebagai kartu berobat saat sakit, tetapi sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.

“Yang jelas, BPJS adalah milik semua. BPJS adalah semua yang mempunyai komitmen yang ingin membantu warga, masyarakat, dengan semangat gotong royong, termasuk salah satunya adalah pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya di Kantor BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyebut, saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan tercatat mencapai sekitar 284 juta jiwa. Angka tersebut menunjukkan tingginya cakupan kepesertaan, meski masih ada tantangan untuk mendorong peserta yang belum aktif agar kembali memanfaatkan layanan dan memahami sistem jaminan kesehatan secara menyeluruh.
Pihak BPJS Kesehatan juga menegaskan bahwa kehadiran Raffi Ahmad bukan sekadar penunjukan simbolis, melainkan bagian dari upaya membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan masyarakat luas.
“Ini adalah satu hal yang sangat penting dan istimewa, karena tidak hanya sebuah penetapan, tetapi kita mengerti kalau Pak Raffi menjadi Duta Kehormatan itu adalah keluarga baru di BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Disebutkan pula bahwa selama lebih dari 12 tahun perjalanan sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan terus mengalami perkembangan signifikan. Saat ini, hampir 99 persen penduduk Indonesia telah menjadi peserta, namun edukasi mengenai cara kerja sistem jaminan kesehatan masih perlu diperkuat.
“Kita tidak mungkin BPJS bekerja sendiri. Kita perlu banyak mitra, kita perlu banyak teman, kita perlu banyak kolaborasi,” lanjutnya.
Sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Raffi Ahmad mengaku menerima amanah tersebut sebagai tugas mulia yang berkaitan langsung dengan masa depan kesehatan masyarakat Indonesia. Ia menilai penting untuk menanamkan pola hidup sehat sejak usia muda agar generasi muda tidak hanya fokus pada karier dan kesuksesan, tetapi juga pada kualitas hidup.
“Ini merupakan tugas yang mulia buat saya karena saya selalu menganggap sehat itu bukan hanya untuk generasi muda,” kata Raffi.
Ia menegaskan bahwa hidup sehat harus dimulai sejak dini dan tidak boleh menunggu sakit terlebih dahulu. Menurutnya, edukasi seperti ini harus terus digaungkan agar masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan adalah investasi utama.
“Hidup sehat itu harus dimulai dari muda. Jangan menunggu sakit. Tapi juga tentunya ini yang akan saya sosialisasikan kepada generasi muda, program-program bagaimana hidup sehat yang akan dilakukan di BPJS ke depan,” ujarnya.
Raffi juga menyoroti filosofi utama BPJS Kesehatan yang menurutnya sangat relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia, yakni semangat gotong royong. “Dengan gotong royong, semua tertolong, di mana dalam program BPJS ini semuanya saling bantu, saling tolong-menolong. Itu yang ingin saya sampaikan,” tegasnya.
Ke depan, ia berencana mengajak lebih banyak influencer dan kreator digital untuk turut membantu menyebarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan melalui media sosial akan lebih efektif untuk menjangkau generasi muda.
Raffi juga menyoroti meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes pada kelompok usia muda. Ia menilai kondisi ini menjadi alarm penting bahwa gaya hidup sehat harus segera menjadi prioritas.
“Banyak anak muda yang sekarang kurang hidup sehat. Hidup sehat itu penting. Keluarga juga penting. Itu kan bagian yang kita harus edukasikan bahwa ayo bergerak. Ayo hidup sehat,” katanya.
Menurutnya, kesuksesan tidak akan berarti tanpa kesehatan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana seperti rutin bergerak dan berolahraga.
“Kalau kita mau sukses, kita harus sehat. Jadi kita mau sehat, kita harus bergerak. Bergerak untuk olahraga agar kita sehat,” tutup Raffi. (LAN)