Dikira Maling, Anak Disabilitas Asal Purwakarta Meninggal Dunia Usai Dikeroyok Warga Karawang

Polres Karawang, Dinsos Karawang, kekerasan terhadap anak, anak disabilitas, pengeroyokan anak, Dikira Maling, Anak Disabilitas Asal Purwakarta Meninggal Dunia Usai Dikeroyok Warga Karawang

R, seorang anak disabilitas berusia 15 tahun asal Purwakarta, meninggal dunia setelah sempat kritis akibat pengeroyokan yang terjadi di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

Kuasa hukum keluarga korban, Aris Nurjaman, mengonfirmasi bahwa R meninggal pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 12.40 WIB di RSUD Bayu Asih, Purwakarta.

"Anak Rido (R) meninggal sekitar pukul 12.40," ujar Aris kepada wartawan di rumah sakit.

Sebelumnya, R sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Karawang sebelum dipindahkan ke Purwakarta karena kondisi yang semakin memburuk.

Menurut Aris, penyebab pasti kematian Rido masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan di RS Sartika Asih, Bandung.

Autopsi tersebut dilakukan atas permintaan keluarga untuk memperkuat bukti dalam proses hukum yang tengah berjalan.

Kasus ini sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Karawang pada Selasa (11/11/2025) dan kini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Mengapa Kasus Ini Bisa Terjadi?

Peristiwa tragis ini bermula ketika R diduga hendak memasuki rumah warga di kawasan Tegalwaru.

Karena tidak menjawab pertanyaan warga dan dianggap mencurigakan, massa pun bereaksi secara spontan dan melakukan pengeroyokan.

Dalam kejadian itu, R mengalami luka parah di kepala dan paha hingga akhirnya tak sadarkan diri.

Pesta Garleta, kakak korban, menjelaskan bahwa adiknya memang memiliki disabilitas mental dan sering kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.

“Kemarin masuk lagi ke rumah orang, ditanya enggak jawab-jawab, akhirnya dikeroyok,” kata Pesta di RSUD Karawang.

Ia menambahkan, warga Purwakarta sebenarnya sudah mengenal kondisi R dan biasanya tidak mempermasalahkan jika anak tersebut tiba-tiba masuk ke rumah orang lain.

“Pernah kabur ke Karawang, diamankan di rumah singgah Dinsos,” ujarnya.

Bagaimana Kondisi R Sebelum Meninggal?

Sebelum meninggal dunia, R menjalani perawatan intensif dengan alat bantu pernapasan. Ia mengalami luka berat di kepala dan paha akibat penganiayaan yang dialaminya.

Kondisinya yang semakin menurun membuat dokter memindahkannya ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

R tercatat sebagai siswa kelas VII di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Purwakarta. Berdasarkan surat keterangan dari pihak sekolah, ia mengalami hambatan tunagrahita disertai gangguan emosi dan perilaku, sehingga kerap kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

Pekerja Sosial Ahli Pertama dari Dinas Kesehatan Karawang, Asep Riyadi, mengatakan bahwa korban pertama kali dibawa ke RSUD Karawang sekitar pukul 04.00 WIB pada Rabu (6/10/2025). Awalnya, R terdaftar sebagai pasien tanpa identitas (Mr X).

“Namun setelah dicek, ternyata anak disabilitas yang pernah Dinsos tangani,” ujar Asep.

Asep menyayangkan peristiwa kekerasan tersebut dan berharap ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak disabilitas.

Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Kuasa hukum keluarga korban, Aris Nurjaman, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan.

“Masih proses awal, masih penyelidikan,” kata Aris.

Aris juga menambahkan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan bersama tim Inafis Polres Karawang menunjukkan tidak ada tanda-tanda pencurian seperti yang dituduhkan oleh warga.

“Padahal saat kami cek TKP, tidak ada terjadinya pencurian seperti yang dituduhkan masyarakat desa di Cilamaya Wetan,” ujarnya.

Keluarga korban berharap kasus ini menjadi perhatian publik dan pihak berwenang dapat memberikan keadilan bagi R. Pesta Garleta mengatakan, keluarganya sangat terpukul atas kejadian ini.

“Saya mohon bantuannya, saya dari keluarga juga seadanya, karena dia enggak ada orangtuanya, diangkat ibu saya dari kecil,” tuturnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Anak Disabilitas yang Dikeroyok Massa di Karawang Meninggal Dunia".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.