Top 7+ Fakta Kematian Rido, Anak Disabilitas yang Dikeroyok Massa di Karawang
— Kasus kematian Rido Pulanggar (15), remaja penyandang disabilitas tunagrahita asal Purwakarta, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus menggugah perhatian publik. Rido meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan warga di Karawang dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berikut tujuh fakta lengkap terkait kasus tragis ini.
1. Disangka Pencuri Saat Tersesat
Insiden bermula ketika Rido, yang memiliki gangguan mental dan kesulitan berkomunikasi, diduga masuk ke teras rumah warga di Desa Tegalwaru, Cilamaya Wetan. Warga yang tidak mengenal kondisinya langsung menuduhnya sebagai pencuri.
Bibi korban, Yana, menegaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.
"Tidak pernah ada kasus pencurian. Baru kali ini dituduh katanya mau mencuri itu pun belum masuk rumah, baru di teras."
Rido memang sering pergi dari rumah selama beberapa hari, namun warga Purwakarta biasa membantu dan menghubungi keluarga.
"Selama ini kalau kabur, ada saja warga yang menemukan. Mereka telepon keluarga, lalu kami jemput."
2. Dikeroyok Massa Sebelum Diserahkan ke Aparat Desa
Keluarga menerima informasi bahwa Rido sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum diamankan aparat desa.
"Katanya digebugin sama yang punya rumah. Tapi gimana jelasnya, saya belum tahu. Informasinya masih simpang siur," kata Yana.
Pengeroyokan inilah yang menyebabkan luka parah pada kepala dan tubuh Rido.
3. Sempat Dirawat di Dua Rumah Sakit
Setelah kejadian, Rido dibawa ke RSUD Karawang pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Ia dirawat dalam kondisi tak sadarkan diri dengan luka parah di kepala dan paha serta menggunakan alat bantu pernapasan.
Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dipindahkan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta keesokan harinya.
4. Meninggal Dunia Usai Kritis
Rido mengembuskan napas terakhir pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 12.30–12.40 WIB di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Kuasa hukum keluarga, Aris Nurjaman, mengatakan:
"Anak Rido (R) meninggal sekitar pukul 12.40."
5. Autopsi Dilakukan, Hasil Belum Diketahui Keluarga
Usai meninggal, jenazah Rido dibawa ke RS Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses hukum.
Namun keluarga mengaku belum menerima informasi apa pun terkait hasil pemeriksaan.
"Hasil otopsi juga belum tahu, saya belum dengar apa pun. Soal proses hukum pun belum ada kabar," ujar Yana.
Ia juga menyebutkan munculnya kabar simpang siur.
"Katanya delapan orang sudah diamankan, tapi ditahan atau hanya sebagai saksi saya belum tahu."
6. Pemakaman Penuh Duka di Purwakarta
Pemakaman berlangsung haru di TPU Bongas Kidul, Purwakarta, Jumat (14/11/2025) pagi. Keluarga, tetangga, dan kerabat mulai berdatangan sejak dini hari.
Jenazah Rido tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 23.30 WIB setelah autopsi.
Tangis keluarga pecah ketika jenazah diturunkan ke liang lahat. Suasana duka bercampur rasa kecewa karena keluarga merasa belum mendapatkan keadilan.
"Yang penting sekarang kami ingin keadilan buat Rido. Dia anak berkebutuhan khusus, harusnya dilindungi, bukan diperlakukan seperti itu," kata Yana.
7. Polisi Periksa Lima Saksi dan Janji Usut Tuntas
Kasus ini kini masuk tahap penyidikan. Polres Karawang menyatakan sudah memeriksa lima saksi untuk mengungkap pelaku pengeroyokan.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengatakan:
"Saat ini kita sudah dalam tahap penyidikan dan kita akan memanggil 5 saksi untuk dimintai keterangan."
Polisi juga memastikan telah memeriksa keluarga korban dan mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan.
"Kita akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku."
Ia mengimbau masyarakat memberikan informasi apa pun yang bisa membantu.
"Kita butuh bantuan masyarakat untuk mengungkap kasus ini."
Keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karawang pada 11 November 2025 dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Artikel ini tayang di TribunJabar.id dengan judul Rido Pulanggar, Anak Disabilitas Korban Amuk Massa di Karawang Dimakamkan, Keluarga Tunggu Keadilan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.