Penggunaan Talenan Perlu Dibedakan, Ini Alasan Pentingnya Menurut Ahli IPB

tips kuliner, talenan, talenan menghitam, Penggunaan Talenan Perlu Dibedakan, Ini Alasan Pentingnya Menurut Ahli IPB

Talenan merupakan salah satu alat bantu memasak yang berfungsi sebagai alas untuk memotong, mencincang, atau menghaluskan bahan makanan seperti daging, sayuran, dan buah.

Talenan bisa membantu kamu untuk menjaga kebersihan meja dapur, melindungi mata pisau agar tidak tumpul, serta memudahkan proses persiapan makanan.

Nah, apakah talenan bisa digunakan untuk memotong segala bahan makanan? Bagaimana cara merawat talenan?

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Harum Fadhilatunnur, STP, MSc, mengatakan, penggunaan talenan perlu dibedakan. 

“Penggunaan talenan perlu dibedakan antara talenan khusus bahan mentah seperti daging dan ikan, dan talenan khusus bahan matang atau siap saji seperti buah dan sayur, untuk mencegah kontaminasi silang," kata Harum seperti dilansir dari laman IPB, Senin (13/10/2025).

Ia menyarankan, penggunaan talenan bisa berdasarkan bentuk atau warna talenan yang berbeda. Hal itu bertujuan agar lebih mudah untuk mengingat saat akan menggunakan talenan.

Tips merawat talenan

Harum menyarankan agar talenan selalu dijaga tetap bersih dan kering. Setelah digunakan, talenan sebaiknya langsung dicuci dengan air sabun dan air panas, lalu dikeringkan. Proses sanitasi dengan disinfektan seperti klorin juga dapat dilakukan secara berkala.

Terkait usia pakai talenan, Harum menyatakan tidak ada patokan khusus. Namun, jika permukaan talenan sudah rusak dan sulit dibersihkan, sebaiknya segera diganti.

Ia juga merekomendasikan penggunaan talenan dari bahan yang tidak menyerap air, seperti stainless steel.

Bila tetap menggunakan talenan kayu atau plastik, proses pembersihan harus diperhatikan dengan lebih teliti untuk mencegah talenan menjadi tempat bertumbuhnya mikroba.

Talenan menghitam

Pernahkah melihat talenan kayu yang menghitam? Bagi para ibu yang sering memasak, pemandangan talenan kayu yang menghitam tentu bisa jadi sebuah kekhawatiran.

Harum menduga perubahan warna hitam pada talenan, baik yang terbuat dari kayu maupun plastik disebabkan oleh pertumbuhan mikroba seperti kapang atau bakteri yang bercampur dengan sisa makanan yang tertinggal.

“Talenan kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap air dan sisa makanan, menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi pertumbuhan mikroba,” ujar Harum.

Hal serupa juga terjadi pada talenan plastik. Menurutnya, goresan-goresan akibat pemakaian dapat memerangkap sisa makanan dan menjadi tempat tumbuh mikroba.

Beberapa jenis kapang dapat menghasilkan pigmen ataupun spora berwarna hitam, yang menyebabkan perubahan warna pada talenan.

Ia menambahkan, mikroba yang tumbuh di dalam talenan dapat berupa mikroba patogen atau mikroba pembusuk. Jenis mikroba tersebut sulit diidentifikasi tanpa analisis laboratorium, namun risikonya tidak bisa diabaikan.

“Jika mikroba patogen, misalnya Salmonella, E. coli, atau Listeria monocytogenes, tumbuh di talenan dan mencemari makanan, maka berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari yang sifatnya jangka pendek seperti diare maupun jangka panjang akibat akumulasi mikotoksin,” jelas Harum.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.