Bolehkan Minum Kopi Saat Mudik agar Tidak Ngantuk? Ini Penjelasan Ahli IPB

Perjalanan mudik Lebaran sering memakan waktu panjang, terutama bagi pemudik yang menempuh jalur darat dengan kendaraan pribadi.
Selama perjalanan jauh, pengemudi dituntut tetap fokus agar perjalanan berlangsung aman hingga tiba di tujuan.
Namun, rasa kantuk sering menjadi kendala yang dialami pengemudi, terutama saat berkendara dalam waktu lama.
Tak sedikit orang mengandalkan kopi atau minuman berkafein untuk membantu mengusir kantuk selama perjalanan.
Lalu, apakah pemudik boleh minum kopi saat perjalanan jauh?
Apakah Boleh Minum Kopi Saat Perjalanan Mudik?
Ahli Gizi Masyarakat IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa kafein memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi efeknya hanya bersifat sementara.
“Kafein memang bisa membuat kita lebih terjaga, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan sering buang air kecil dan berisiko dehidrasi,” jelas Karina dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (12/3/2026).
Karina mengatakan, konsumsi kafein bagi orang dewasa sebaiknya tidak melebihi sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan empat cangkir kopi.
Meski demikian, ia menyarankan agar pengemudi cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi saja untuk membantu menjaga kewaspadaan selama perjalanan.
"Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi, jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi,” kata Karina.
Karina juga mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan selama perjalanan.
“Pengemudi harus memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, baik saat sahur maupun berbuka. Meskipun berpuasa, tetap dianjurkan minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5–2 liter air per hari,” ujarnya.
Selain minuman berkafein, pola makan berperan penting dalam menjaga energi tubuh saat mudik.
“Makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat dapat membuat kita lebih mudah mengantuk. Misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya,” terang Karina.
Sebaliknya, ia menyarankan konsumsi makanan yang dapat menjaga energi tubuh tetap stabil selama perjalanan.
“Telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah yang tinggi kandungan air bisa membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi,” tambahnya.
Ada beberapa makanan yang dapat dikonsumsi untuk membuat stamina menjadi prima saat perjalanan pulang kampung, yakni:
- Sumber karbohidrat kompleks, seperti serealia utuh (beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung), sayuran berpati (kentang, ubi), serta kacang-kacangan
- Sumber protein rendah lemak, seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan
- Sumber lemak baik, seperti ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta alpukat
- Buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta tinggi kandungan air.