Rahasia Lauk Kering Tahan Lama, Cocok untuk Bulan Puasa

Rahasia Lauk Kering Tahan Lama, Cocok untuk Bulan Puasa, 1. Goreng dengan teknik yang tepat, 2. Sangrai untuk mengurangi kadar minyak, 3. Tiriskan sampai benar-benar kering, 4. Gunakan pengawet alami dari bumbu dapur, 5. Simpan dalam wadah kedap udara, 6. Letakkan di tempat kering dan tidak lembap

 Lauk kering bisa menjadi solusi praktis bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu memasak, terutama pada saat Ramadan.

Menu ini cocok dijadikan stok untuk buka puasa dan sahur karena lebih tahan lama. 

Mengutip dari Kompas.com (2024), lauk kering umumnya dibuat dari bahan dengan kadar air rendah, seperti tempe, kentang, ikan, daging ayam, daging sapi, hingga udang rebon.

Bahan-bahan tersebut dipilih karena lebih stabil saat dimasak hingga kering dan tidak mudah basi seperti sayuran atau makanan berkuah.

Selain memilih bahan yang tepat, teknik memasak dan cara penyimpanan memegang peran penting dalam menentukan daya tahan lauk.

Hal ini juga dijelaskan dalam buku Bisnis Kuliner Kreatif: Lauk Kering (2018) oleh Tim Primarasa terbitan PT Gaya Favorit Press.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Goreng dengan teknik yang tepat

Menggoreng merupakan teknik paling umum dalam membuat lauk kering. Gunakan minyak dalam jumlah yang cukup agar bahan terendam dan matang merata.

Minyak yang cukup membantu mengurangi risiko bagian dalam masih lembap, yang dapat mempercepat pembusukan.

Untuk hasil lebih renyah dan tahan lama, kamu bisa menerapkan teknik dua kali goreng.

Setelah penggorengan pertama, tiriskan bahan hingga minyaknya berkurang, lalu goreng kembali hingga teksturnya benar-benar kering.

2. Sangrai untuk mengurangi kadar minyak

Selain digoreng, bahan seperti tempe, daging ayam, dan daging sapi bisa dimasak dengan teknik sangrai.

Teknik ini dilakukan tanpa minyak, dengan cara memasak bahan sambil terus diaduk hingga kering.

Keunggulan metode sangrai adalah kadar minyak dan air dalam bahan akan jauh berkurang. Hal ini membuat lauk lebih stabil saat disimpan dalam jangka waktu lebih lama.

Namun, teknik ini kurang cocok untuk ikan karena teksturnya mudah lengket dan hancur saat dimasak tanpa minyak.


3. Tiriskan sampai benar-benar kering

Setelah proses memasak selesai, tahap penirisan tidak boleh dilewatkan. Sisa minyak yang menempel dapat mempercepat ketengikan dan menurunkan kualitas rasa.

Gunakan saringan sesuai ukuran bahan. Untuk bahan kecil seperti tempe iris tipis, teri, dan abon, gunakan saringan lubang kecil agar tidak terbuang.

Sementara bahan besar seperti dendeng dapat ditiriskan menggunakan saringan lubang besar.

Cara lain yang efektif adalah menggunakan kain bersih dan tipis.

Letakkan lauk di tengah kain, lalu peras hingga minyak menetes dan bahan terasa benar-benar kering saat disentuh.

Proses ini penting karena kadar minyak berlebih dapat memicu perubahan aroma dan rasa saat disimpan lama.

4. Gunakan pengawet alami dari bumbu dapur

Bumbu dan rempah tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet alami.

Garam dan gula bekerja dengan menarik kelembaban dari makanan, sehingga menciptakan lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan mikroba.

Garam telah digunakan selama ribuan tahun sebagai pengawet, sedangkan gula memiliki sifat osmosis yang membantu menurunkan kadar air.

Bawang putih mengandung allicin yang bersifat antimikroba.

Cuka dengan kandungan asam asetatnya dapat membunuh mikroba, sementara kunyit memiliki kurkumin yang juga bersifat antimikroba.

Penambahan bahan-bahan tersebut secara tepat dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada lauk kering.

5. Simpan dalam wadah kedap udara

Setelah lauk benar-benar dingin dan kering, simpan dalam wadah tertutup rapat.

Wadah kedap udara membantu mencegah paparan oksigen dan kelembapan dari luar yang dapat memicu pertumbuhan jamur.

Pastikan tidak ada celah udara pada tutup wadah. Gunakan toples kaca atau wadah plastik yang kedap udara.

Jangan menyimpan lauk saat masih panas karena uap air yang terperangkap bisa menimbulkan embun dan meningkatkan kelembapan di dalam wadah.


6. Letakkan di tempat kering dan tidak lembap

Hindari menyimpan lauk kering di tempat lembap karena dapat merusak aroma dan bentuknya.

Simpan di tempat kering serta jauh dari benda beraroma kuat agar lauk tetap awet dan tidak mudah berjamur.

Dengan teknik memasak dan penyimpanan yang tepat, lauk kering bisa menjadi solusi praktis untuk persiapan buka puasa dan sahur tanpa perlu memasak setiap hari.

Dengan memilih bahan yang sesuai, menerapkan teknik memasak yang tepat, serta memperhatikan cara penyimpanan, lauk kering dapat menjadi solusi praktis untuk persiapan buka puasa dan sahur.

Selain hemat waktu, stok lauk yang awet juga membantu menjaga efisiensi dapur selama Ramadhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang