IHSG Sesi I Ambruk, Efek Pembekuan MSCI Masih Berlanjut

Ilustrasi papan saham IHSG.
Ilustrasi papan saham IHSG.

IHSG sempat terkoreksi hingga lebih dari 8 persen secara intraday kemudian mengalami technical rebound menjelang penutupan sesi pertama. Indeks terpantau bergerak pada rentang area 7.482 sampai 8.049.

Nilai transaksi tercatat sebesar 35,58 triliun. Total perdagangan sebanyak 2,50 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp 40,50 miliar.

“Tekanan signifikan terhadap IHSG masih mencerminkan respons negatif pasar terhadap kebijakan interim MSCI terkait saham Indonesia, yang diperparah oleh aksi re-rating dari sejumlah institusi global,” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dari sisi teknikal, Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih membentuk pola gap down secara intraday yang mencerminkan tekanan jual yang masih dominan sejak pembukaan. Meski demikian, terbentuknya lower shadow pada candle intraday mengindikasikan adanya technical rebound. 

Namun, rebound ini belum cukup kuat untuk mengubah tren jangka pendek. Sehingga pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see pada sesi kedua seiring sentimen negatif yang terus membayangi.

”IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.750–8.000 pada sesi kedua perdagangan hari ini” imbuh Analis Phintraco Sekuritas.

Seluruh sektor saham juga masih tertekan. Sektor energi merosot 8,04 persen, sektor bahan baku melemah 7,81 persen dan sektor properti menurun 7,52 persen.

Saham unggulan juga beluk beranjak dari pukulan pembekuan rebalancing oleh MSCI. Saham  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan, yakni sebesar 0,28 persen atau 10 poin ke level 3.600.