IHSG Sesi I Melesat, Emiten Produsen Batu Bara Pimpin Kenaikan di Jajaran Top Gainers
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan sebesar 0,81 persen atau 67,81 poin pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis, 20 November 2025. Penguatan mendorong IHSG berhasil menembus level 8.474,39.
Sepanjang perdagangan bursa, IHSG bergerak dalam rentang area 8.440 hingga 8.491. Nilai transaksi membukukan nominal sebesar Rp 10,21 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,30 juta kali.
Kenaikan IHSG sejalan penguatan hampir sebagian besar sektor saham. Sektor siklikal melonjak 2,70 persen, sektor energi meningkat 1,04 persen hingga sektor keuangan melambung 0,68 persen.
Sebaliknya, sektor properti mengalami penurunan tertinggi sebesar 0,89 persen. Sektor teknologi juga terkoreksi tipis 0,10 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menjabarkan dari sisi indikator modern, histogram MACD menunjukkan pelebaran dengan positive slope. Ini menandakan momentum bullish masih terjaga.
"Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.400–8.500 pada sesi kedua perdagangan hari ini," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas yang dikutip dari risetnya Kamis siang, 20 November 2025.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan emiten dengan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan di papan bursa. Berikut tiga top gainers-nya.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Ilustrasi - Tambang batu bara
Saham DSSA memimpin lonjakan sebesar 3,09 persen atau 3.050 poin hingga parkir di level 101.675.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Saham INKP menguat 3,00 persen atau 225 poin menjadi 7.725.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Hasil positif juga dicetak saham perbankan plat merah. Saham BMRI meningkat 2,68 persen atau 130 poin ke posisi 4.980.