IHSG Melemah 42 Poin pada Sesi I, Cek 3 Emiten Top Gainers di Jajaran Saham Unggulan
Nilai transaksi di pasar reguler tercatat mencapai Rp 14,19 triliun dengan volume perdagangan sebesar Rp 294,14 juta. Frekuensi perdagangan sebanyak 1,90 juta transaksi.
Ilustrasi papan saham IHSG.
Sektor konsumer siklikal mengalami penurunan tertinggi sebesar 4,17 persen. Sektor infrastruktur melemah 2,20 persen, sektor energi menyusut 1,65 persen, sektor properti tergerus 1,49 persen, sektor konsumer non-siklikal anjlok 1,34 persen, sekto teknologi turun 0,91 persen, sektor kesehatan melemah 0,30 persen dan sektor transportasi tergelincir 0,26 persen.
Sebaliknya sektor bahan baku membukukan kenaikan tertinggi, yakni 2,30 persen. Hasil positif dicatatkan sektor keuangan sebesar 0,11 persen.
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat bahwa IHSG belum mampu bertahan diatas MA5 dikisaran level 8.137. Sementara indikator stochastic RSI berada pada oversold area.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 8.050-8.150 pada perdagangan sesi kedua," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Rabu, 4 Januari 2026.
Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten saham sukses menguat saat indeks indeks rontok. Berikut saham-saham yang mencetak lonjakan tertinggi di jajaran unggulan.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Saham INCO melesat 5,65 persen atau 350 poin hingga menebus level 6.550.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Saham AMMN melonjak sebesar 5,45 persen atau 375 poin menjadi 7.250.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
Saham TOWR melesar 2,63 persen atau 25 poin ke posisi 565.