IHSG Sesi I Anjlok 31 Poin Seiring Momentum Positif Terbatas, Cek 3 Saham Top Gainers di LQ45
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 14,48 triliun dan volume transaksi mencapai Rp 272,68 juta. Sementara itu, total perdagangan sebanyak 1,92 juta transaksi.
Sektor kesehatan mengalami penurunan terparah sebesar 0,92 persen disusul sektor konsumer siklikal sebesar 0,79 persen. Sektor infrastruktur tergerus 0,78 persen, sektor konsumer non-siklikal turun 0,60 persen, sektor teknologi melemah 0,41 persen dan sektor keuangan turun 0,15 persen.
Meski IHSG berdarah, sejumlah sektoral sukses mencatat hasil positif. Sektor transportasi memimpin kenaikan sebesar 0,81 persen lalu sektor bahan baku meningkat 0,75 persen, sektor industri melambung 0,31 persen, sektor energi melonjak 0,27 persen dan sektor properti naik 0,10 persen.
Dari sisi teknikal, Analis Phintrcao Sekuritas menilai histogram MACD cenderung mendatar yang mencerminkan momentum yang mulai terbatas. Kondisi ini tervalidasi dengan indicator Stochastic RSI yang bergerak datar pada area pivot.
IHSG Terkoreksi Akibat Pembekuan MSCI
"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung datar dalam rentang 8.225–8.275 pada sesi kedua perdagangan hari ini," demikian dikutip dari riset hariannya pada Kamis, 12 Februari 2026.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan sejumlah emiten dengan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45). Berikut tiga saham top gainers.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Saham INCO melesat 4,74 persen atau 325 poin hingga menembus area 7.175.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
Saham NCKL melonjak 4,61 persen atau 65 poin menjadi 1.475.
PT United Tractors Tbk (UNTR)
Saham UNTR mencetak penguatan sebesar 4,22 persen atau 1.200 poin ke level 29.650.