IHSG Sesi I Menguat 56 Poin, Saham Bumi Resources Pimpin Kenaikan di LQ45

Pergerakan IHSG.
Pergerakan IHSG.

Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar 19,58 triliun. Jumlah ini merupakan akumulasi dari frekuensi transaksi sebanyak 2,68 persen. 

Saham sektor transportasi membukukan penguatan terbesar, yakni 3,22 persen. Kenaikan signifikan dicatatkan sektor energi sebesar 2,12 persen dan sektor bahan baku (basic materials) sebesar 1,67 persen. 

Ilustrasi IHSG Anjlok

Sebaliknya, sektor teknologi dan non-siklikal mengalami koreksi d tengah tren positif IHSG. Masing-masing tergerus sebesar 1,39 persen dan 0,21 persen. 

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal, pembentukan histogram positif pada MACD terus berlanjut. Indikator Stochastic RSI bergerak menuju overbought area. 

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 8.825-8.850 pada perdagangan sesi kedua," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian pada Senin, 5 Januari 2025. 

Lebih lanjut, Tim Analis Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten saham dengan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45 sebagai berikut:

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Saham BUMI membukukan penguatan tertinggi sebesat 10,00 persen atau 42 poin menjadi 462.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Saham INCO melonjak sebesar 5,66 persen atau 300 poin hingga menembus level 5.600.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Hasil positif juga dicatatkan saham ANTM sebesar 3,12 persen atau 100 poin ke area 3.310.