IHSG Sesi I Melemah Usai Tembus 7.523, Ini 3 Saham Top Gainers LQ45
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 7,67 triliun sementara volume transaksi mencapai Rp 183,2 juta. Sementara itu, total perdagagan sebanyak 1,09 juta transaksi.
Meski IHSG anjlok, sebagian besar sektor saham justru mencetak kenaikan. Sektor properti dan teknologi membukukan kenaikan paling tinggi sebesar 1,07 persen.
Sektor infrastruktur naik 0,67 persen, sektor konsumer siklikal dan non-siklikal melonjak 0,54 persen, sektor transportasi meningkat 0,34 persen dan sektor keuangan menguat 0,16 persen.
Sebaliknya, sektor bahan baku mengalami penurunan tajam sebesar 1,05 persen. Koreksi juga dicatatkan sektor industr sebesar 0,42 persen, sektor energi turun 0,37 persen dan sektor kesehatan jatuh 0,02 persen.
Ilustrasi IHSG Anjlok
Secara teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG sedang menguji resistance dinamis pada MA5 yang berada pada kisaran 7500. Dari sisi indikator modern, MACD cenderung datar dengan indikator modern stochastic rsi telah berada pada area oversold.
"Kami memperkirakan IHSG akan bergerang ada rentang 7.400-7.500 pada sesi kedua perdagangan hari ini," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam keterangannya, Rabu, 11 Maret 2026.
Phintraco Sekuritas turut melaporkan sejumlah emiten tetap mencatatkan hasil positif saat IHSG terkoreksi tipis. Berikut tiga saham dengan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 emiten unggulann (LQ45).
Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Saham UNVR melesat 5,40 persen atau 105 poin ke level 2.050.
Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA melonjak 4,03 persen atau 10 poin menjadi 258.
Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Saham EMTK menguat 2,74 persen atau 20 poin hingga menembus area 750.