IHSG Sesi I Terkapar, Saham Konglomerasi dan Plat Merah Cerah
IHSG sempat menguat hingga menyentuh area 9.040 berkat lonjakan pesat saat pembukaan pasar. Namun, indeks langsung terjun ke area 8.904 bahkan sempat amblas ke level 8.838 sebagai titik terendah pada intraday hari ini.
Sektor konsumer siklikal mencatat penurunan paling dalam, yakni 2,89 persen. Sektor transportasi dan energi turut mengalami koreksi tajam, masing-masing tergerus 2,66 persen dan 2,35 persen.
Hanya sektor kesehatan yang berhasil membukukan penguatan saat IHSG berdarah. Sektor ini naik 0,69 persen.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat terjadi pelebaran pada negative slope. Indikator stochastic RSI turun menuju oversold.
"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.700-8.850 pada sesi kedua perdagangan hari ini," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Jumat, 23 Januari 2026.
Sejumlah emiten saham mencetak hasil positif. Berikut tiga emiten saham dengan lonjakan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI memimpin kenaikan sebesar 5,33 persen atau 425 poin ke level 8.400.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Emiten lain milik Boy Thohir juga kinclong. Saham ADMR melesat 5,07 persen atau 110 poin menjadi 2.280.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
Saham PGAS meningkat sebesar 4,17 persen atau 90 poin ke area 2.250.