IHSG Sesi I Anjlok Usai The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Poin, Cek 3 Saham Teratas
Tekanan berasal dari penurunan signifikan sektor non-siklikal sebesar 0,74 persen dan sektor kesehatan sebesar 0,52 persen. Koreksi juga dialami sektor teknologi sebesar 0,27 persen, sektor energi turun 0,25 persen, sektor keuangan tergerus 0,15 persen dan sektor siklikal kehilangan 0,12 persen.
Sebaliknya, sektor properti menguat sebesar 1,88 persen. Sektor industri meningkat 0,54 persen, sektor bahan baku melambung 0,18 persen, sektor transportasi naik 0,11 persen dan sektor infrastruktur melonjak 0,06 persen.
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat indikator menunjukkan momentum yang sejalan. Tercermin dari histogram positif MACD yang mulai menipis dan diikuti dengan stochastic RSI bergerak menurun menuju area pivot.
"Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 8.650-8.700 pada sesi kedua perdagangan hari ini," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian, Kamis, 11 Desember 2025.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten di puncak jajaran saham unggulan alias LQ45 karena berhasil membukukan lompatan harga tertinggi antara lain:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Kegiatan penambangan Bumi Resources Minerals, anak usaha Bumi Resources.
Saham BUMI menguat sebesar 14,11 persen atau 46 poin menjadi 372.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA melonjak sebesar 10,05 persen atau 40 poin ke level 438.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Hasil positif juga dicatatkan saham EMTK sebesar 2,82 persen atau 40 poin ke area 1.460.