IHSG Sesi I Ambruk di Bawah Level 8.000, Tiga Saham Cetak Lonjakan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG terpantau bergerak di rentang area 7.937 hingga 8.141. Nilai transaksi mencapai Rp13,92 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,62 juta kali.

Seluruh sektor saham tergerlincir ke zona merah. Sektor teknologi mencatat koreksi terparah sebesar 4,86 persen lalu sektor energi menyusut 4,21 persen dan sektor infrastruktur melemah 3,49 persen. 

Sektor transportasi melemah 3,08 persen, sektor non-siklikal turun 2,42 persen dan sektor siklikal tergerus 2,35 persen. Kemudian sektor bahan baku melemah 1,71 persen serta sektor kesehatan dan industri tergerus 1,68 persen.

Analis Phintraco Sekuritas menilai secara intraday, IHSG ditutup di bawah garis MA20 yang saat ini berada di kisaran 8.112. Sejalan dengan itu indikator MACD histogram menunjukkan slope negatif yang terus melebar. 

"Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.935-7.975 pada sesi kedua hari ini," jelas analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya, Jumat, 17 Oktober 2025.

Walaupun IHSG anjlok, sederet saham berhasil bertahan di zona hijau bahkan mencetak lompatan relatif tinggi. Berikut tiga saham yang berhasil masuk jajaran top gainers:

PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham UNTR melesat sebesar 3,56 persen atau 925 poin hingga menembus posisi 26.900.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Saham AMMN meningkat sebesar 3,15 persen atau 250 poin menjadi 8.175.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Saham BBCA menguat sebesar 1,37 persen atau 100 poin ke level 7.400.