IHSG Sesi I Berbalik Turun, Cek 3 Saham di Puncak Top Gainers
IHSG terpantau bergerak di rentang area 8.542 dan sempat menembus level 8.623. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,29 triliun dengam frekuensi transaksi sebanyak 1,79 juta kali.
Sektor terknologi merosot paling jatuh sebesar 0,77 persen. Kemudian sektor kesehatan menyusut 0,72 persen dan sektor non-siklikal tergerus 0,31 persen.
Meski IHSG terjungkal ke zona merah, beberapa sektor saham mencatat kenaiakan cukup besar. Sektor infrastruktur melonjak 1,09 persen, sektor transportasi melambung 0,72 persen dan sektor energi naik 0,68 persen.
IHSG Ditutup Melemah
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti koreksi IHSG terjadi setelah sebelumnya sempat mencatatkan all-time high di atas area 8.600. Penurunan indeks juga mendapat tekanan dari pelemahan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti DSSA sebeaar 2,50 persen.
Dari sisi teknikal, indikator modern menunjukkan sinyal konsolidasi, tercermin dari histogram MACD yang bergerak sideways. Indikatoe Stochastic RSI yang mulai mengarah turun.
"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.500–8.600 pada sesi kedua perdagangan hari ini," jelas Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya pada Kamis, 27 November 2025.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga saham di puncak jajaran 45 saham unggulan karena berhasil mencetak lompatan harga signifikan, diantaranya:
PT Indosat Tbk (ISAT)
Saham ISAT melesat 4,41 persen atau 100 poin menjadi 2.370.
PT Barito Pacific Tbk (BRTP)
Saham BRPT menguat sebesar 2,85 persen atau 100 poin ke level 3.610.
Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Selanjutnya, saham SCMA melambung sebesar 2,63 persen atau 10 poin ke posisi 390.