IHSG Sesi I Rebound Dipimpin Sektor Energi, Cek 3 Saham Top Gainers di Jajaran LQ45

Penutupan IHSG
Penutupan IHSG

IHSG mencatat kenaikan lebih tinggi di awal perdagangan, yakni 15 poin atau 0,19 persen di level 8.032. IHSG terpantau sempat melesat ke level 8.091 lalu terjun ke titik terendah di posisi 7.979. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 18,12 triliun dengan volume transaksi mencapai Rp 25,72 miliar. Sementara itu, total perdagangan yang dilakukan para investor sebanyak 1,76 juta transaksi. 

Sektor bahan baku mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,78 persen. Dua sektor saham lain yang mencatatkan koreksi signifikan adalah sektor teknologi sebesar 0,56 persen dan sektor infrastruktur sebesar 0,49 persen. 

Sementara itu, sektor energi membukukan lonjakan tertinggi sebesar 1,46 persen. Sektor industri naik 0,99 persen dan sektor konsumer non-siklikal meningkat 0,49 persen. 

Ilustrasi grafik pergerakan IHSG

Secara teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat adanya pembentukan histogram negatif pada MACD berlanjut. Sementara indikator Stochastic RSI sedang berada pada pivot area.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.000-8.050 pada perdagangan sesi II," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya, Selasa, 3 Maret 2026. 

Sejalan dengan rebound IHSG, beberapa emiten di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) berhasil membukukan lompatan harga signifikan antara lain:

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)

Saham PTBA melesat 6,91 persen atau 190 poin ke level 2.940.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

Saham AADI melambung 5,30 persen atau 525 poin menjadi 10.425.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA melesat 4,22 persen atau 100 poin hingga menembus area 2.470.