IHSG Melemah 32 Poin pada Sesi I, Cek 3 Saham Tercuan di Jajaran LQ45
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 18 November 2025. IHSG melemah sebesar 0,38 persen atau 32,29 poin ke level 8.416,88.
Pergerakan IHSG berada dalam rentang area 8.346 hingga titik tertingginya berhasil mencapai posisi 8.443. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 11,47 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,54 juta kali.
Mayoritas sektoral mencatat penurunan signifikan. Hanya sektor properti dan keuangan yang membukukan hasil positif, masing-masing naik 1,92 persen dan 0,01 persen.
Sebaliknya, sektor energi anjlok paling dalam sebesar 2,09 persen. Sektor lain yang mengalami penurunan tajam adalah sektor transportasi melemah 1,81 persen dan sektor industri menyusut 1,63 persen.
Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal bahwa terdapat pembentukan histogram negatif pada MACD. Selain itu, indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di overbought area.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 8.375-8.350 pada perdagangan sesi kedua," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip pada Selasa, 18 November 2025.
Dalam riset yang sama, Phintraco Sekuritas melaporkan saham-saham tercuan dengan lonjakan tertinggi. Berikut tiga emiten saham yang menempati posisi puncak di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Saham AKRA melesat 4,31 persen atau 55 poin menjadi 1.330.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA meningkat sebesar 2,75 persen atau 10 poin ke level 374.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Di tengah koreksi indeks domestik, saham AMMN menguat 1,98 persen atau 125 poin ke posisi 6.425.